Sulsel boyong tujuh medali Kejurnas PPLP

id kejurnas tinju,pplp,Sport Center Bengkulu,pertina sulsel,adi rasyid ali,petinju sulsel

Ilustrasi. Kejurnas tinju Piala Kapolri Cup I di GOR Jambi (ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Tim Sulawesi Selatan memboyong tujuh medali Kejuaraan Tinju antar-PPLP dan PPLPD serta SKO se-Indonesia yang berlangsung di Sport Center Bengkulu pada 12-18 Juli 2018.

Pada Kejuaraan Tinju antar Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPLP), Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah (PPLPD) dan Sekolah Keberbakatan Olahraga (SKO) se-Indonesia di Bengkulu ini Sulsel mengirimkan delapan petinju mudanya, empat putra dan empat putri

Ketua Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sulsel Adi Rasyid Ali di Makassar, Rabu, mengatakan tujuh medali yang diraih petinju Sulsel itu terdiri dari satu emas, tiga perak dan tiga perunggu.

"Terima kasih atas prestasi yang telah diraih oleh seluruh atlet. Jadikan ini motivasi. Yang meraih emas, jangan cepat puas. Teruslah berlatih, sebab tantangan ke depan makin berat," katanya.

Kepada yang meraih medali perak dan perunggu, Adi berharap terus berlatih agar bisa meraih hasil yang lebih maksimal.

Untuk atlet yang belum berprestasi di ajang ini Adi Rasyid berpesan agar tidak berkecil hati. "Masih ada hari esok untuk memperbaiki diri. Latihan lebih keras lagi. Sekali lagi terima kasih telah berjuang membawa harum nama Sulsel di kancah nasional," ujarnya.

Pelatih tinju Sulsel Muh Abdi Amahoru mengatakan dari empat petinju yang berlaga di babak final, Selasa (17/7) malam, hanya Abraham Masihor menjadi satu-satunya petinju Sulsel yang mampu meraih medali emas.

Di partai final petinju putra yang turun di kelas 52 Kilogram (Kg) ini mengalahkan wakil ?dari Riau, Akin Hardinda.

Sementara di tempat yang sama tiga petinju muda Sulsel lainnya yang tampil di partai final harus puas membawa pulang medali perak. Ketiganya hanya kalah angka dari lawan-lawannya.

Mereka adalah Ariel Sharon Latuheru (46 Kg). Di partai puncak ia berhadapan dengan petinju asal Kalimantan Selatan (Kalsel) Rifka Adesti.

Sementara itu Muh Ricky Pratama Joni Muis yang turun di kelas 48 Kg harus mengakui keunggulan petinju dari Nusa tenggara Timur (NTT) Calvin Sir.

Begitu juga dengan yang diraih Nurul Annisa Amahoru, turun di kelas 50 Kg putri juga kalah angka dari petinju Kalimantan Timur (Kaltim) Sintika.

Sehari sebelumnya, tiga petinju Sulsel lainnya lebih dulu mendulang pedali perunggu. Masing-masing Andi Reza Ardhani kelas 46 Kg putri, Fitri kelas 54 Kg putri dan Arham di kelas 49 Kg.

"Kami bangga dengan hasil yang dicapai anak-anak, apalagi sama sekali tidak membebani atletnya meraih medali emas. Sebab, selain persiapan yang tidak maksimal, lawan-lawan yang dihadapi merupakan atlet-atlet pilihan dan disegani di kelasnya.

"Di kejuaraan ini kami hanya menargetkan empat perak dan tiga perunggu. Tapi, Abraham mampu melampaui target yang kami berikan. Saya kira ini prestasi yang patut diapresiasi," ujar Abdi.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Sulsel Sri Endang Sukarsih mengaku bangga melihat capaian yang diraih oleh atlet-atlet binaan PPLP Sulsel ini.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar