Logo Header Antaranews Makassar

Ganda Campuran Pelatnas Tumbang

Kamis, 12 November 2009 12:19 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Setelah meraih kemenangan mudah di babak awal, kiprah pemain-pemain Pelatnas Pratama yang tampil di kejuaraan Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) Bulu tangkis Sulawesi-Maluku-Papua mulai tumbang.

Satu demi satu pemain lapis kedua nasional tumbang pada pertandingan hari ketiga di GOR Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel, Kamis.

Di nomor Ganda Campuran Dewasa, Rizky Delynugraha/Ni Made Claudia Ayu Wijaya gagal menembus perempat final. Kemarin, Rizky/Claudia takluk dari unggulan pertama Muhammad Uliannuha/Jenna Gozali dari PB Djarum Kudus, sempat unggul 21-14 di set pertama, Rizky/Claudia harus menyerah di dua set terakhir, 14-21, 13-21.

Di perempat final, Uliannuha/Jenna akan bertemu unggulan kelima pelatnas yang masih bertahan, Kevin Alexandre Tjoe/Suci Rizky Andini. Kemarin, Kevin/Suci mengalahkan pasangan tuan rumah dari PB ICLI Gowata, Muhammad/Wati, 21-19, 21-19.

Partai perempat lainnya akan mempertemukan unggulan ketiga Yusuf Ahmad/Lidyawati (PB Dian Yuspa Samudra) melawan Rahmat Adianto/Delis Yuliana (PB Djarum Kudus).

Sebelumnya, Yusuf/Lidyawati mengalahkan pasangan pelatnas Riszki Yana Kresnayandi/Gebby Ristiyani lewat pertarungan tiga set, 23-21, 21-23, 21-16. Sementara Rahmat/Delis menyingkirkan pasangan Tangkas Alfamart yang menjadi unggulan kelima, Aryanto Haryadi Putra/Endang Nursugianti, 21-14, 21-16.

Wakil pelatnas lain yang tersingkir di kategori Ganda Campuran Dewasa adalah Christoper Rusdianto/Tiara Rosalina. Mereka menyerah dari Komang/Variella April Putri (PB Hi Qua Wima/PB Jayaraya Suryanaga Surabaya), 21-17, 21-17.

Kegagalan Christoper/Tiara diikuti ganda pelatnas lainnya yang menjadi unggulan ketiga, Irfan Fadhilah/Weni Anggraini. Mereka menyerah dari pasangan PB Djarum Kudus, Rendra Widjaya/Maria Elfira, 17-21, 16-21.

Bertumbangannya wakil pelatnas dinilai bukan sebuah kemunduran prestasi. Menurut tim pemantau bakat yang juga mantan pemain pelatnas, Fung Permadi, sebagaian besar pemain pelatnas kali ini turun di kategori dewasa meski usia mereka masih masuk kategori junior atau taruna.

"Yang kami nilai bukan hasil pertandingan saja. Namun bagaimana perkembangan teknik mereka dan kemauan untuk memenangkan setiap pertandingan. Ini sebagai bahan laporan untuk evaluasi bagi tim pelatih di pelatnas nanti," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan pelatih Suryanaga, Wijarnarko. Menurut dia, kehadiran pemain pelatnas di Sirnas seri terakhir ini sangat membantu mematangkan mental dan permainan mereka.

Yang mereka hadapi pemain klub yang lebih senior dan pernah menghuni pelatnas. Jadi kalau kalah masih wajar, yang penting bisa memberi perlawanan, jelasnya.
(T.PK-AAT/S016)