Nelayan Majene ikuti kompetensi keselamatan dasar

id majene,nelayan majene,kompetensi keselamatan dasar,Basic Safety Training,bst klm,pip makassar,fahmi massiara

Ilustrasi. Nelayan berjalan menuju perahunya saat akan melaut, di Pantai Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/9/2018). ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Mamuju (Antaranews Sulsel) - Nelayan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Majene mengikuti latihan pemberdayaan masyarakat kompetensi keselamatan dasar atau "Basic Safety Training" (BST) Kapal Motor Layar KLM) dan kompetensi kecakapan atau surat keahlian kecakapan (SKK) 60 mil.

Kepala unit Penyelengara Pelabuhan Kelas III Majene, Nur Liah di Mamuju, Senin, menyatakan, latihan pemberdayaan masyaakat BST KLM dan SKK 60 mil itu bertujuan mendidik masyarakat nelayan, agar memiliki kompetensi di bidang pelayaran sesuai peraturan yang berlaku.

"Selama lebih seminggu, nelayan yang berasal dari berbagai kecamatan tersebut akan dilatih khususnya dalam mengatasi situasi berbahaya, seperti kebakaran saat berada di perahu/kapal hingga metode penyelamatan diri di laut," terangnya.

Kegiatan itu yang dilaksanakan Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar bekerjasama dengan Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Majene.

Kepala Sub Bagian Administrasi Ketarunaan dan Alumni PIP Makassar, Capt. H Syafril Sunusi menjelaskan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan itu dilaksanakan serentak di empat daerah, yakni Mamuju untuk angkatan pertama, Sandigol di perbatasan Papua Nugini dan Kota Baru di Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut, katanya sesuai dengan perundang-undangan serta kebijakan tol laut.

"Jadi perlu SDM khususnya nelayan untuk diberi informasi keselamatan, menambah wawasan saat terjadi kecelakaan," ujar Syafril.

Ia juga mengapresiasi Kabupaten Majene yang telah dua kali melaksanakan kegitan tersebut.

Kami memberi apresiasi Kabupaten Majene yang sudah dua kali melaksanakan kegian seperti ini, mengingat banyaknya daerah lainya di Sulawesi Barat dan Sulsel yang belum merespon baik pelaksanaan pendidikan dan pelatihan ini," jelasnya.

Sementara Bupati Majene, Fahmi Massiara mengatakan, kecelakaan atau musibah di laut sering dialami para nelayan di Majene.

"Selain harus dibekali keahlian, para nelayan harus memiliki kartu nelayan. Kalau kecelakaan atau ada masalah di laut, ada asuransi, jaminan dan mempermudah penerimaan bantuan," terangnya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar