Pekerja Pertamina inspirasi siswa percaya diri

id Pertamina MOR VII, inspirasi siswa, percaya diri, Makassar

Para pekerja PT Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) VII menginspirasi anak-anak yang menjadi siswa di Sekolah Anak Percaya Diri,  Kelurahan Pattingalloang, Makassar, Rabu (7/11/2018). Foto antaranews Sulsel/Nurhaya JP

Makassar (Antaranews Sulsel ) - Para pekerja PT Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) VII menginspirasi anak-anak yang menjadi siswa di Sekolah Anak Percaya Diri,  Kelurahan Pattingalloang, Makassar. 

Para pekerja PT Pertamina Marketing Operasional Regional (MOR) VII menginspirasi anak-anak yang menjadi siswa di Sekolah Anak Percaya Diri,  Kelurahan Pattingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar,  Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, 
     
"Kami memberi inspirasi agar kepercayaan diri anak-anak tumbuh dan mereka bisa berprestasi," kata Operation Head Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Makassar Ade Oce Jayusman di sela kegiatannya mengajar di Sekolah Anak Percaya Diri, Rabu.
     
Pada kesempatan tersebut, Ade beserta beberapa pekerja TBBM Makassar berbagi pengetahuan tentang operasi TBBM, dan memberi motivasi agar anak-anak mengejar cita-cita mereka.
       
"Ini juga merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan Pertamina," jelas Ade.
     
Sekolah informal ini merupakan asuhan Ketua Koperasi Kelompok Wanita Nelayan Fattimah Az Zahrah, Nuraeni, yang berdiri sejak tahun 2016. Koperasi ini juga merupakan mitra binaan Pertamina MOR VII.
     
"Saya membuka sekolah ini karena prihatin melihat anak-anak korban kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual di lingkungan sekitar," kata Nuraeni. 
   
Sesuai namanya, sekolah ini bertujuan mengembalikan rasa kepercayaan diri anak-anak. Melalui pembelajaran kebersihan diri dan lingkungan, membuat kerajinan, pengembangan bakat dan minat serta pendidikan akhlak.
     
Perkembangan anak-anak dimonitor oleh Nurfadhilah Hilman selaku "guru" sekolah melalui asesmen bulanan. 
   
"Saat ini ada sekitar 65 anak-anak yang ikuti sekolah setiap Jumat dan Minggu siang," kata Nuraeni.
     
Perjuangan Nuraeni tidaklah mudah, beruntung ia tak berjalan sendiri. Upayanya didukung Pertamina MOR VII. Pertamina memberikan sokongan melalui pengadaan sarana belajar dan dana operasional sekolah, termasuk menyempatkan waktu mengisi sesi kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut.
     
Lewat sekolah ini, anak-anak berangsur meraih kembali kepercayaan diri dan keceriaannya. Kini mereka berani mengungkapkan pendapat, lebih santun dan pede di muka umum. Pada perayaan Hari Kemerdekaan RI Agustus lalu, mereka juga tampil percaya diri membawakan tarian di depan para tamu undangan.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar