Sekda dorong RSUD Sulbar jadi BLUD

id rsud sulbar,blud,sekda sulbar,muhammad idris

RSUD Sulbar (Ist)

Mamuju (ANTARA News) - Sekda Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Idris mendorong agar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Regional di daerah itu pada 2019 menjadi rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

"Kalau sudah berstatus BLUD sangat pas. Kalau sekarang , tersandera dengan urusan administrasi seperti yang di keluhkan oleh pihak rumah sakit, antara lain permasalahan obat yang terlambat tender," katanya, di Mamuju, Rabu.

"Orang mau meninggal tidak bicara tender. Orang sakit berobat tidak bicara soal tender dan ini yang terjadi karena standarnya sama dengan OPD yang lain. Untuk itu, kita harus membuat rumah sakit ini karakteristik yang berbeda dengan OPD yang lainnya," tegasnya.

Ia menyatakan, akan melihat bagaimana persiapan RSUD Regional Sulbar menuju tahap BLUD.

Pemprov Sulbar tambahnya, berkomitmen mendorong RSUD Regional tersebut menjadi BULD. "Kalau memang persiapannyasudah mantap,pada 2019 sudah bisa didorong menuju BLUD dan Pemprov akan berkomitmen mendorong hal tersebut," ujarnya.

Terkait permasalahan obat yang juga sering menjadi permasalahan di rumah sakit,ia berjanji akan segera mencari jalan keluarnya. "Tetapi yang paling saya konsen itu adalah mengenai aset yang saat ini jusru tidak terorganisirdengan baik,tidak mendapatkan jaminan keberadaannya dan tentu ini akan ada lanjutan," tuturnya.

"Saya ingin melihat bagaimana audit aset.Untuk itu, saya ingin mencari tahu nanti asetke mana saja dan berada di mana. Kalau sudah dilakukan pembenahan, pasti saya akan meminta untuk mengembalikan aset yang seharusnya menjadi milik organisasi RSUD, karena itu bukan peruntukannya untuk individu, tetapi untuk layanan publik," tegas Sekda.

Dia juga menyampaikan bahwa ke depan ingin melihat bagaimana rumah sakit tersebut seharusnya bisa beroperasi dengan maksimum.

"Maksimum itu artinya pasien segala-galanya. Dari informasi yang disampaikan pihak manajemen rumah sakit dan beberapa dokter saat kami melakukan peninjauan, itu kami himpun. Karena rumah sakit tersebut masih baru sehingga dinamika dan masalahnya pasti ada. Tetapi saya melihat, masalah itu tidak terlalu sulit diatasi," katanya.

Muhammad mengemukakan, dari berbagai permasalahan tersebut ke depan, akan lebih konsisten agar rumah sakit umum tersebut bisaberstatus BLUD..

Sementara, Pelaksana tugas Direktur RSUD Regional, drg ?Hartini saat menerima kunjungan Sekda Provinsi Sulbar Muhammad ?Idris pada Selasa (4/12) menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Salah satunya , yakni masih kurangnya dokter spesialis, diantaranya ?dokter spesialis mata, dokter spesialis rekam medik dan beberapa dokter spesialis lainnya.?

"Saat ini, rumah sakit memiliki 17 dokter spesialis dan sesuai standar rumah sakit saat ini tipe C, jadi kami masih kurang enam dokter spesialis. Sudah ada beberapa dokter yang disekolahkan oleh pemerintah yang anggarannya bersumber dari Kemenkes," kata Hartini.

Selain permasalahan dokter, pada pertemuan itu juga disampaikan permasalahan obat di rumah sakit yang sering habis, dan terkadang pasien menyampaikan bahwa resep dokter yang diberikan kepada pasien tidak tersedia di rumah sakit.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar