Pemprov Sulsel serius atasi stunting dan ibu hamil

id pemrov sulsel,wakil gubernur,gizi buruk,wanita hamil, stunting,ibu hamil,dinkes sulsel

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman (foto facebook)

Makassar, (Antaranews Sulsel)  - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serius mengatasi masalah gizi buruk yang menyebabkan "stunting" dan kesehatan ibu hamil yang masih menjadi persoalan sosial di wilayah itu.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman di Makassar, Selasa, bahkan melibatkan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mengatasi masalah sosial tersebut.

Dua OPD yang dilibatkan adalah Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Provinsi Sulsel.

"Sangat penting sinergitas antara Dinsos dan Dinkes untuk mempercepat penurunan angka gizi buruk," kata Andi Sudirman.

Ia mengatakan, seharusnya Dinsos memiliki data statistik untuk penderita stunting di 24 kabupaten yang mengalami masalah sosial, kemiskinan, gizi buruk, dan lainnya.

"Data itu nantinya digunakan untuk fokus pemberian bantuan agar bisa efisien dan SK monitoring untuk melakukan pemantauan, dan Kasubag Program untuk turun langsung ke lapangan," ujarnya.

Ia mengatakan, penyebab stunting antara lain, ketidaktersediaan makanan, makanan tidak diolah dengan baik, pola asuh, dan lingkungan tempat tinggal yang kurang memadai.

"Untuk itu, kita kerja dan prioritaskan dua kabupaten tertinggi angka grafik stunting, gizi buruk dan perhatikan ibu hamil (Bumil) serta seribu hari kehidupan. Dan nantinya akan berkembang ke tujuh daerah kabupaten/kota yang masuk daftar prioritas zona data hitam," ujarnya.

"Kita berharap agar Pemerintah Provinsi akan masuk bersinergi dengan program kabupaten/kota terkait hal tersebut, serta APBN untuk mengatasi masalah sosial dan kesehatan," kata dia.

Kepala Seksi Bina Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Sulsel Astati Mada Amin menjelaskan, sudah ada beberapa upaya yang dilakukan oleh Dinkes untuk menekan angka gizi buruk.

"Salah satu yang kami bentuk adalah Gempita Gerakan Masyarakat Peduli Stunting. Dan ini kita maksudkan sebagai upaya untuk menyadarkan masyarakat peduli pada angka penurunan gizi buruk dan stunting ini," jelasnya.
Pewarta :
Editor: M Darwin Fatir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar