
DPRD Mamuju Seleksi Program APBD 2010

Mamuju (ANTARA Sulsel) - DPRD Kabupaten Mamuju Sulbar akan melakukan seleksi terhadap program yang akan dianggarkan dalam APBD 2010 untuk mencegah anggaran tidak devisit seperti pada tahun 2009.
"DPRD Mamuju menjamin, APBD Kabupaten Mamuju pada 2010 tidak akan divisit, seperti pada tahun ini, kata Ketua DPRD Mamuju, Sugianto di Mamuju, Selasa.
Ia mengatakan, DPRD akan tegas terhadap pemerintah dalam menyusun secara bersama APBD pada 2010.
"Semua anggaran belanja yang tidak jelas peruntukkannya akan diseleksi dan program yang tidak jelas capaiannya akan di coret dalam pembahasan APBD 2010, selain itu juga akan memangkas anggaran untuk program yang tidak begitu penting,"ujarnya.
Anggaran Kabupaten Mamuju devisit pada 2009 ini sekitar Rp61 miliar, devisit tersebut disebabkan karena pemerintah menutupi utang anggaran pada APBD tahun 2008 besarnya sekitar Rp21 miliar.
Selain akibat utang anggaran, devisitnya APBD Mamuju 2009 juga karena besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk proyek pekerjaan fisik pada tahun anggaran 2008.
"Kejadian ini, tidak bisa terulang lagi karena berdampak bagi pelayanan pemerintahan dan masyarakat yang ada di wilayah ini, seperti tidak dibayarkannya gaji guru kontrak sekitar 1400 orang selama enam bulan mulai bulan Juni sampai bulan November 2009 ini,"katanya.
Selain itu kata dia, tunjangan kinerja guru PNS sekitar 4000 orang sekitar Rp 15 miliar, selama lima bulan yakni mulai Juli hingga November 2009 juga belum dibayarkan, serta membuat sejumlah kontraktor proyek.
Ia mengatakan DPRD Mamuju tidak ingin lagi, ada masyarakat yang menyalahkan pemerintah dan dewan karena dinilai tidak becus dalam mengatur anggaran sehingga menyebabkan divisit dan kas pemerintah kosong.
"Kosongnya anggaran pemkab akibat divisit ini, karena pemerintah tidak cermat dalam mengatur target pendapatan dan terlalu gegabah dalam memprogramkan proyek tanpa menghitung belanja yang dibutuhkan,"katanya.
(T.PK-MFH/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
