76 guru garis depan resmi dikukuhkan jadi ASN

id guru-asn

Penjabat Sekertaris Daerah Provinsi Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo memberikan arahan kepada para guru ASN di Makassar, Rabu (30/1/2019). (Foto istimewa)

Makassar (Antaranews Sulsel) - Sebanyak 76 orang guru garis depan dari Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, resmi dikukuhkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Puluhan orang ASN tersebut merupakan pengangkatan pada tahun 2017, namun baru diberikan Surat Keputusan (SK) dengan nomor surat 800/344/XV/BKD hari ini.

Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Pemprov Sulsel Ashari Faksirie Radjamilo di Makassar, Rabu, menyampaikan ucapan selamat terlebih dahulu kepada seluruh ASN yang telah melewati masa magang selama satu tahun setelah diangkat menjadi PNS.

"Sebelumnya saya ucapkan selamat kepada 74 orang yang sudah diambil sumpahnya hari ini. Teman-teman sudah menjadi ASN 100 persen," katanya dalam sambutannya, di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel di Makassar.

Karaeng Jaja sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh ASN yang baru-baru saja menerima SKnya agar bekerja sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku. "Jangan sampai ada oknum yang tidak bertanggung jawab seperti apa yang dilakukan para pendahulu," jelasnya.

Karaeng Jaja berharap kepada seluruh ASN yang baru saja dikukuhkan tersebut dapat meluruskan semua masalah di ramah pendidikan. Termasuk menjadi sosok teladan bagi peserta didiknya.

Selain itu, Karaeng Jaja juga menekankan, kepada seluruh ASN tersebut agar tidak ada yang mengambil tindakan untuk pindah dari tempat tidur pertama mereka diangkat sebagai ASN.

"Saya berharap kepada teman-teman yang 74 orang ini jangan ada yang mau pindah, jangan coba-coba ada yang minat pindah untuk pindah dari tempat pengangkatan setelah mengabdi selama 10 tahun. Kalau tidak mengabdi selama sepuluh tahun jangan coba-coba masuk disini, kalau memang tidak setuju hari ini juga mengudurkan diri," ujarnya.

Ia menjelaskan, jangan ada yang coba-coba untuk berpindah tempat, tapi kalau untuk pindah dalam ruang lingkup Sulawesi Selatan diperbolehkan. Termasuk untuk tidak keluar dari dari Sulsel, karena mereka telah mendapatkan jatah posisi di Sulsel.

"Bapak ini sudah mengambil jatahnya orang disini (Jeneponto). Saya mau tahu dulu siapa yang dari Jeneponto, coba berdiri dulu, ini asli Jeneponto, berarti kan lebih banyak yang dari luar," tegasnya.

Kepala Bidang Perencanaan dan Informasi ASN Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemprov Sulsel, Irwansyah SH menyampaikan, guru garis depan yang sempat hadir pada kesempatan ini sebanyak 74 orang, dua kabarnya berhalangan, karena baru saja melahirkan.

"Kita semua berharap kepada teman-teman kita dari Jeneponto semoga pengambilan sumpah ASN bisa segera rampung dan semoga bisa segera diproses dan bekerja dengan baik," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar