
Maruf Amin: pembuat hoaks calon ahli neraka

Ma'ruf Amin menyatakannya, saat menjadi pembicara kunci dalam acara Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan, Mengarusutamakan Islam Wasathiyah: Menyikapi Bahaya Hoax dan Fitnah Bagi Kehidupan, Keagamaan dan Kebangsaan, di Makassar, Rabu malam.
"Penganut hoaks itu merupakan calon ahli neraka. Menurut agama bohong membawa ke perbuatan menyimpang, dan menyimpang itu membawa masuk neraka. Berarti kebohongan menyeret orang masuk neraka, makanya jangan buat hoaks," ujar Ma'ruf.
Ma'ruf yang juga Cawapres RI mengatakan hoaks dan fitnah, jika sudah menjadi watak bangsa akan sangat berbahaya. Akan sangat sulit untuk mengembalikan watak seperti itu. "Kalau dibiarkan itu membangun bangsa rusak yang tidak berkarakter," kata dia pula.
Dia mengatakan dalam ajaran agama pun dikatakan, untuk membangun manusia sempurna harus dilakukan melalui gerakan membersihkan hati dari syirik, baik syirik yang jelas maupun yang samar serta membersihkan hari dari sifat tercela seperti hoaks dan fitnah.
"Hari ini dalam kunjungan saya ke Kabupaten Takalar, saya mendapat gelar dari Kerajaan Galesong, yaitu Karaeng Manaba. Jadi saya sekarang jadi keluarga Takalar, jadi keluarga Karaeng Galaesong. Jadi oleh karena itu yang ada di sini adalah keluarga saya," kata Ma'ruf Amin.
Dia mengatakan, gelar Karaeng Manaba memiliki arti pemimpin yang bijaksana. Ma'ruf mengaku termotivasi atas pemberian gelar tersebut. "Gelar ini memberi motivasi, memberikan dorongan, dan juga memberikan semangat. Serta memberi inspirasi untuk saya, mudah-mudahan menjadi pemimpin, betul-betul saya menjadi pemimpin yang bijaksana," kata dia.
Dia mengaku mendapat dorongan untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab untuk membawa Indonesia menjadi lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih memberikan rasa aman kepada seluruh rakyat Indonesia.
Pemberian gelar dilakukan oleh keturunan dari Kerajaan Karaeng Galesong Takalar, yakni Mallarangeng Abdullah Karaeng Gassing didampingi Ketua adat Karaeng Galesong, M. Roem Karaeng Mattawang.
Roem Karaeng Mattawang mengatakan sosok Kiai Ma'ruf tepat menerima gelar Karaeng Manaba, karena Ma'ruf merupakan figur yang bijak dan memiliki pengalaman di bidang keagamaan dan pemerintahan. "Kita harapkan, bilamana beliau terpilih akan membangun dan memimpin bangsa ini ke arah yang lebih baik lagi. Itu lah makna Karaeng Manaba," ujar Roem.
Selain itu Roem mengungkapkan berdasarkan sejarah, Kerajaan Galesong dulu pernah berpetualang ke Pulau Jawa dan menjalin kekerabatan dengan Kerajaan di Banten.Karena itu, menurut Roem, kekerabatan Karaeng Galesong patut disambung kembali dengan warga asli Banten, dalam hal ini Ma'ruf Amin yang merupakan putra Banten.
Berdasarkan jadwal yang dikirimkan Koordinator Media Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Monang Sinaga, Rabu, selain mengunjungi Istana Balla Lompoa untuk menerima penganugerahan gelar adat Karaeng Manaba dari Kerajaan Karaeng Galesong. Ma'ruf juga bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Nurul Asafa dan melakukan penanaman pohon bersama santri.
Selain itu juga Ma'ruf bersilaturahmi ke rumah tokoh masyarakat H. Ahmad Daeng Se're, sebelum menghadiri pembukaan Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan bertajuk Dakwah Islam Menyikapi Bahaya Hoaks dan Fitnah, serta menghadiri makan malam bersama pengusaha Sulawesi Selatan.
Pada hari Kamis (21/2), Ma'ruf bersilaturahmi dengan Habib Abdurrahim Assegaf Puang Makka dan jamaah Thoriqoth An nabiah. Selanjutnya juga akan berziarah ke makam Syaikh Yusuf al Makassar di Gowa, bersilaturahmi dengan pengurus dan badan otonom NU se-Sulsel, mengunjungi kantor media, serta menyapa masyarakat Makassar di Celebes Convention Center.
"Saya yakin elektabilitas di Sulsel tinggi. Saya percaya ada Pak JK (Jusuf Kalla), Pak Menteri Pertanian, banyak tokoh lah. Saya yakin elektabilitas di Sulawesi Selatan cukup bagus," kata Ma'ruf di Makassar, Rabu.
Ia mengatakan, kehadirannya ke Sulawesi Selatan untuk bersilaturahmi dan menyapa masyarakat serta memantapkan dukungan yang telah ada. "Ini untuk memantapkan saja," ujar dia. Ma'ruf mengatakan, dulu dirinya sering berkunjung ke Sulawesi Selatan. Namun, ini menjadi kunjungan pertamanya dalam kapasitasnya sebagai cawapres.

Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
