Logo Header Antaranews Makassar

66 Desa Jadi Sasaran Program Bangun Mandar

Selasa, 8 Desember 2009 12:15 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 66 desa di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi sasaran "Bangun Mandar" yaitu program pembangunan mandiri berbasis peningkatan ekonomi di daerah tertinggal.

Hal ini dikatakan Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Selasa, dalam diskusi ekspose Bangun Mandar dan studi kelayakan jalan arteri primer kota Mamuju-Bandara Tampa Padang, yang diikuti seluruh kepala SKPD di Sulbar.
Program "Bangun Mandar" yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar akan dilaksanakan pada 2010 bekerja sama dengan tim ahli dari Universitas Hasanuddin, Makassar (Sulawesi Selatan).

Dalam forum diskusi tersebut, Anwar Adnan Saleh mengatakan, program ini bertujuan mempercepat peningkatan pembangunan infrastruktur dan ekonomi desa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah tertinggal.

"Setelah dilakukan survei, kami menyimpulkan 66 desa di Sulbar membutuhkan sentuhan pemerintah untuk mempercepat peningkatan kesejahteraan warganya," katanya.

Dia mengatakan 66 desa yang menjadi sasaran program Bangun Mandar di lima kabupaten di Sulbar adalah Kabupaten Mamuju sebanyak 15 desa dari 15 kecamatan, Kabupaten Majene sebanyak 5 desa dan 3 kelurahan dari 8 kecamatan, Polewali Mandar terdiri dari 16 desa dari 16 kecamatan, Mamasa dari 15 desa dari 15 kecamatan dan Mamuju Utara sebanyak 12 desa dari 12 kecamatan.

"Sebanyak 66 desa ini akan mendapat prioritas dengan sistem pembagian secara merata di lima kabupaten, sedangkan beberapa desa lain akan mendapat giliran tahun selanjutnya," kata dia.

Oleh karena itu, kata dia, semua pihak termasuk SKPD diminta ikut menyukseskan program tersebut untuk menurunkan angka kemiskinan di provinsi termuda di Indonesia itu.

Anwar mengatakan, untuk mencapai misi tersebut, dirinya akan terlibat langsung mengawal hingga ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Program ini akan kami persentasikan di depan Mendagri untuk menegaskan bahwa program ini mendesak dilaksanakan untuk percepatan pembangunan daerah tertinggal di Sulbar," katanya.

(T.PSO-104/N002)