
Arus Jalan Tol Makassar Macet

Makassar (ANTARA Sulsel) - Arus jalan tol Ir Sutami, Kota Makassar pada pagi dan sore hari mengalami kemacetan, karena terdapat kerusakan jalan di jalan masuk kawasan tol.
"Kerusakan jalan di sekitar PT Industri Kapal Indonesia (IKI) atau jalan masuk ke kawasan tol di Tallo, Makassar, memicu kemacetan di sepanjang jalan tol," jelas salah seorang pengemudi angkutan kota (angkot) jurusan Sentral - Mandai, Zainuddin di Makassar, Senin.
Menurutnya, kemacetan akibat jalan aspal yang berlubang-lubang, akibat terendam air pada saat turun hujan, sangat terasa pada jam kerja dan pulang kerja yang juga bertepatan dengan jam menjelang sekolah dan pada saat anak-anak pulang sekolah.
Kondisi itu ditambah lagi pada saat hujan deras yang hampir sepanjang hari ini, sehingga pada pengendara roda empat dan roda dua terpaksa memperlambat laju kendaraannya, karena khawatir tergelincir, karena masih ada sisa-sisa lumpur di pinggir jalan tol dari hasil pengerjaan proyek jalan tol beberapa bulan lalu.
Hal tersebut dibenarkan, salah seorang siswa SMA Negeri 6 yang menggunakan angkot ke sekolah, Sudirman. Menurutnya, akibat kemacetan arus jalan tol, ia terlambat masuk sekolah. Padahal dalam kondisi normal, jika berangkat dari rumahnya di Jalan Sabutung, Makassar sekitar 6.30 Wita, sudah tiba di sekolah paling lambat pukul 07.00 Wita.
Kondisi serupa juga dialami, buruh di Kawasan Industri Makassar (KIMA), Salma. Menurutnya, hari ini mendapat teguran dari pengawas pabrik, karena telat masuk kerja. Sementara untuk pulang ke rumah, biasanya jika keluar pukul 17.00 Wita, ia sudah sampai di rumahnya di Jalan Teuku Umar, Makassar pada pukul 18.00 Wita.
Menyikapi hal tersebut, ia berharap agar pemerintah atau pihak yang berwenang segera memperbaiki jalan yang rusak agar tidak terjadi lagi kemacetan, khususnya pada saat terjadi hujan. Selain itu, ia akan berusaha mempercepat jadwalnya ke tempat kerja untuk mengantisipasi mendapat teguran dari pihak pengawas perusahaan yang bergerak di bidang komoditi ekspor.(T.K-SUR/S006)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
