
Penderita DBD di Manado Turun

Manado (ANTARA news) - Jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) selama 2008 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan 2007.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut Christian Tilaar, Rabu di Manado, mengatakan selama 2008 jumlah penderita penyakit tersebut mencapai 1.329 orang, dengan jumlah penderita yang meninggal dunia sebanyak 16 orang.
Sementara pada 2007, jumlah penderita DBD sebanyak 1.618 orang, dan yang meninggal sebanyak 24 orang. Berarti pada 2008 terjadi penurunan jumlah penderita DBD sebanyak 289 orang.
Manado merupakan daerah endemis penyebaran penyakit DBD sehingga perkembangan penderita begitu cepat, katanya.
Bahkan kasus DBD di Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada 2007 pernah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) karena peningkatan penderita meningkat secara signifikan setiap bulan.
Pemerintah daerah memfokuskan penanganan penyebaran penyakit DBD di Manado karena setiap saat ada laporan tentang penderita penyakit itu.
Masyarakat telah melakukan langkah antisipatif dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari sarang nyamuk pembawa penyakit DBD karena program pengasapan (fogging) yang dilaksanakan pemerintah tidak bisa menjangkau seluruh wilayah.
Menurut dia, perubahan musim pada akhir 2008 bisa berpotensi menciptakan sarang nyamuk dan berakibat fatal bagi kesehatan manusia.
Penyebab dan perantara penularan.
Penyakit DBD disebabkan suatu virus yang mengakibatkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga menyebabkan perdarahan. Vektor yang berperan dalam penularan penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti.
Sesudah masa inkubasi selama 3 - 15 hari, orang yang tertular dapat menderita penyakit ini.
Penyakit DBD memiliki gejala demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri pada tulang, dan diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit, serta terjadi perdarahan dari hidung, mulut, dan dubur. (T.H013/N002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
