Logo Header Antaranews Makassar

Perpustakaan Desa Harus Diberdayakan

Selasa, 29 Desember 2009 11:47 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Perpustakaan desa hendaknya diberdayakan bagi warga sebagai sarana informasi dan transpormasi untuk membangun kecerdasan bangsa dalam rangka peningkatan Indeks pembangunan manusia.

Hal ini diungkapkan Konsultan Minat Baca Nasional, Wachyudi Muchsin, di Mamuju, Selasa.

menurutnya, perpustakaan desa harus dibuat semenarik mungkin, berkesan hangat untuk melayani para pembaca yang memanfaatkan sarana perpustakan di daerah khususnya di pelosok desa.

"Perpustakaan desa dimanapun harus menjadi fokus utama kita jika ingin masyarakat menjadi lebih cerdas, sejahtera, sehingga kemiskinan benar-benar bisa dikurangi bahkan dihapuskan sekalipun. " tuturnya.

Ia mengatakan, kemiskinan bangsa ini dikarenakan bodoh dan kebodohan itu disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk membaca.

Dikatakannya, bangsa ini akan tidak mampu bangkit dari keterpurukan, jika persoalan kebodohan tidak dapat teratasi secara optimal.

"Jika kita ingin daerah ini maju, maka program yang harus dientaskan lebih awal adalah memerangi kebodohan dengan cara gemar membaca," ucapnya.

Wachyudi menuturkan, untuk menambah daya minat baca, maka yang harus dilakukan adalah membuat kebijakan atau politik baca disetiap sekolah, paling tidak diwajibkan membaca 15 hingga 30 menit.

"Kita harus memberikan metode pembelajaran di sekolah untuk menumbuhkan minat baca pada anak-anak sejak usia dini, sehingga membaca menjadi kegiatan yang menyenangkan dan menarik," paparnya.

Ia menambahkan, pihak perpustakaan desa harus bisa memberikan buku kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi terbaru, jika memungkinkan perpustakan melakukan kegiatan pameran buku-buku di setiap daerah.

"Cara ini adalah salah satu metode untuk menarik minat membaca bagi masyarakat itu sendiri," ujarnya.

(T.PSO-104/S016)