Logo Header Antaranews Makassar

Legislator Makassar Gagas Forum Parlemen Bersih

Senin, 11 Januari 2010 11:05 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah anggota DPRD Kota Makassar, pers, akademisi, dan organisasi non pemerintah akan membentuk kaukus Forum Parlemen Bersih.

Ide pembentukan kaukus merupakan hasil dari pelatihan Peningkatan Kapasitas Kinerja DPRD dalam Fungsi Pengawasan dan Pembentukan Kaukus Peduli Anggaran peduli rakyat yang digagas oleh Kopel Sulawesi dengan menghadirkan 15 anggota DPRD Kota Makassar, Minggu (10/1).

Ketua Komisi Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Syamsuddin Alamsyah di Makassar, Senin, mengharapkan kaukus ini bisa menjadi wadah komunikasi dan informasi. "Dari sini, akan lahir banyak ide dan gagasan yang bisa didorong ke fraksi dan partai masing-masing," ujarnya.

Kaukus ini diharapkan juga dapat membantu fraksi, komisi atau badan-badan yang ada di DPRD lewat individu DPRD yang terlibat di kaukus.

Rencananya, kaukus ini akan dideklarasikan pada 18 Januari 2010 dengan program kerja diskusi rutin bulanan mengungkap isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, kaukus ini bukan sebuah kekuatan politik baru, tapi lebih merupakan arus ide yang tidak berdiri sejajar dengan fraksi.

Guru besar Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Aswanto, SH, MH, DFM mengungkapkan, ini merupakan gagasan cemerlang. "Kalau ada permasalahan yang ada, kaukus ini akan membantu memecahkan masalah. Kelompok ini harus lebih cair," katanya.

Rencana pembentukan kaukus bernama Forum Parlemen Bersih, mendapat dukungan banyak pihak, terutama dari kalangan anggota DPRD Kota Makassar.

Anggota DPRD Kota Makassar dari fraksi PBB, Rahman beranggapan, forum ini bisa meredam perbedaan-perbedaan pemahaman di DPRD.

"Misalnya saja, tentang hak angket Karebosi. Kalau kaukus ini sudah ada maka nantinya hal-hal seperti ini bisa saja dikomunikasikan secara lebih jelas dan pasti hasilnya akan lebih matang," jelasnya.

Anggota Badan Kehormatan DPRD Kota Makassar, Hj. Erna Amin menilai forum ini lebih bagus jika ada nilai yang dikawal. "Saya siap saja untuk itu. misalnya saja kaukus ini nantinya kita namakan Forum Parlemen Bersih," ujarnya.

(T.KR-RY/E001)