
Puting Beliung Rusak 46 Rumah di Makassar

Makassar (ANTARA Sulsel) - Angin puting beliung disertai hujan deras yang menerjang wilayah Makassar selama hampir sepekan terakhir ini telah mengakibatkan 46 rumah rusak.
"Kejadiannya sangat cepat saat angin kencang yang berputar-putar di udara itu langsung menyapu bersih dan mengangkat rumah warga," kata salah seorang saksi mata, Ibrahim (45) Warga Jalan Barukang, Makassar, Kamis.
Meskipun tidak ada rumah yang roboh akibat hantaman angin puting beliung, namun 46 rumah itu mengalami kerusakan pada bagian atapnya karena terlepas.
Dalam bencana itu juga tidak ada korban jiwa karena hampir semua rumah yang terkena angin kencang itu merupakan rumah panggung dan semi permanen yang beratapkan seng sehingga mudah terlepas.
"Saya belum tahu apakah ada yang terluka atau tidak karena pada saat kejadian kebanyakan orang berada dalam rumah dan atap seng hanya beterbangan saja," ujarnya.
Kepala Kecamatan Ujung Tanah Azis Hasan saat dihubungi mengatakan, sekitar 46 kepala keluarga (KK) mengalami kerugian besar akibat angin kencang yang merusak rumah warga.
Menurutnya, angin yang datang begitu kencang disertai hujan deras yang merusak atap dan dinding rumah warga di Jalan Barukang II dan Jalan Bolu.
Tingkat kerusakan rumah warga, kata dia, rata-rata 20 hingga 30 persen. Kejadian itu juga sudah dilaporkan ke Dinas Sosial dan Pemerintah Kota Makassar dan seluruh warga yang kena dampak angin ini tidak mengungsi.
"Saat ini warga sedang membenahi rumah miliknya, dan Alhamdulillah sudah ada bantuan dari Pemkot Makassar melaui Dinas Sosial, dan bersyukur dalam tragedi ini tidak menimbulkan korban jiwa" tegasnya.
Hasil pantauan, saat ini puluhan kepala rumah tangga sedang membenahi atap dan dinding rumah mereka yang diluluhlantahkan oleh terjangan angin keras.
Meskipun demikian, para warga yang menjadi korban tidak ada yang mengungsi ke rumah kerabatnya. Mereka lebih memilih membetulkan rumah mereka masing-masing.
(T.PK-MH/F002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
