Daftar tunggu JCH Halbar hingga 12 tahun

id JCH Halmahera Barat 2019

Kepala Kantor Kemenag Halbar, Idris, di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jumat (12/7/2019). (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)

Makassar (ANTARA) - Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Provinsi Maluku Utara, Idris mengemukakan daftar tunggu jamaah calon haji (JCH) mencapai 1.200 orang lebih dengan masa pemberangkatan paling lama 12 tahun.

"Alhamdulillah tahun ini kami bisa memberangkatkan 90 orang setelah ada penambahan kuota kemarin. Semoga jumlahnya bertahan seperti itu supaya antrian semakin pendek," ucapnya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Jumat.

Kuota awal Halbar Malut hanya 68 Calon Haji (Calhaj) setiap tahunnya, namun dengan adanya penambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi sehingga pun berimbas untuk penambahan kuota di daerah tersebut.

Tahun ini, Provinsi Maluku Utara mendapat tambahan kuota sebanyak 241 orang. Kuota tersebut didistribusikan untuk 10 kabupaten/kota se Malut dan Halmahera memperoleh tambahan kuota sebanyak 22 orang.



Maka untuk pertama kalinya, Kabupaten Halbar berhasil memberangkatkan 90 calhaj, sehingga daftar tunggu pun semakin berkurang.

"Itu artinya ini memperpendek masa tunggu jamaah, masa daftar haji berikutnya. Alhamdulillah kami bersyukur karena memperpendek jarak tunggu calon jamaah haji kita," ungkapnya.

Penambahan kuota tersebut diprioritaskan untuk lansia serta pendamping calhaj yang dianggap berisiko menjalankan aktivitas ibadah haji seorang diri, sehingga harus didampingi oleh keluarganya.



Lansia yang dimaksudkan berdasarkan usia dan kondisi kesehatan, sedangkan untuk pendamping, satu orang untuk setiap jamaah dengan ketentuan mereka telah memiliki nomor porsi dengan masa pendaftaran sebelum tahun 2017.

Idris yang dengan gembira dan bersyukur atas penambahan kuota tersebut sengaja datang ke Makassar untuk mendampingi 90 calhaj asal Halbar yang telah berangkat Kamis (11/7) malam pada pukul 23.30 WITA.

"Perjalanan dari Halbar hingga pemberangkatan sekitar dua hari, karena kita berkumpul dahulu di ibukota provinsi dan nginap di sana semalam," tandasnya.



Idris juga mengimbau kepada seluruh JCH untuk mengikuti ketentuan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi.

Sebab berdasarkan informasi dari pihak PPIH, kondisi di Tanah Suci saat ini memasuki cuaca yang ekstrim, sehingga jamaah diminta harus mengikuti ketentuan serta arahan ketua kloter. Selain itu, JCH harus fokus kepada pelaksanaan haji, bukan hal-hal yang bisa mengganggu aktivitas ibadah.

"Semoga semua jamaah sehat walafiat ketika melaksanakan rangkaian ibadah haji dan selamat sampai kembali di Indonesia," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar