
1.500 Personil Meriahkan Cap Go Meh

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 1.500 personil dari Klenteng Xiang Ma, Makassar memeriahkan karnaval peringatan "cap go meh" atau puncak perayaan tahun baru Imlek.
"Selain dari Xiang Ma, ribuan personil dari 12 tempat ibadah dari 10 daerah di Sulawesi juga turut memeriahkan puncak perayaan Imlek ini," kata Ketua Panitia dari Klenteng Xiang Ma, Ichwan Njiolah di sela-sela perayaan "cap go mei" di Makassar, Minggu.
Karnaval dengan personil yang menggunakan aneka kostum itu seperti Barong Sai, Tang Shi dan pakaian khas Tiongkok itu berpawai dengan berjalan kaki sepanjang kurang lebih satu kilometer (km) di jantung Kota Makassar.
Adapun rute yang dilalui, mulai dari kawasan "pecinan" di Jalan Sulawesi, menuju Jalan Tentara Pelajar, Jalan Irian, Jalan Ahmad Yani dan berakhir di Jalan Riburane, tepat di depan kantor Stasiun RRI Makassar.
Sedikitnya 23 tim yang diturunkan dalam karnaval tersebut yang berasal dari 12 klenteng yang ada di Sulawesi Selatan (Sulsel) serta ditambah dari tim dari Manado, Sulawesi Utara (Sulut).
"Kami gembira, karena perayaan dan tradisi warga keturunan ini, juga disambut baik oleh pemerintah dan masyarakat setempat," kata Njiolah.
Hal itu itu terbukti dari antusiasme masyarakat menyaksikan karnaval tersebut di sepanjang rute yang dilewati iring-iringan dan aksi Barong Sai serta usungan enam "kio" (dewa) yang dibawa ribuan warga keturunan.
Salah satu atraksi yang menarik perhatian masyarakat adalah aksi Tang Shi yang memperagakan aksi kekebalan tubuh mirip dengan kesenian "debus" dari Jawa atau kesenian "Pepe-pepeka" dari Sulsel.
Menurut salah seorang dari tim perayaan "cap go meh", Yanche, Tang Shi tersebut sengaja didatangkan dari salah satu klenteng di Manado untuk memeriahkan puncak perayaan tahun baru Imlek di Makassar.
Perayaan hari raya ini berlangsung meriah dan didukung dengan cuaca yang cerah.
(T.S036/D009)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
