
Serba-serbi: Debat Kandidat Diminati Muktamirin

Makassar (ANTARA News) - Debat kandidat ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ternyata lebih menarik perhatian peserta Muktamar ke-32 NU daripada ceramah menteri.
Terbukti, tempat acara debat kandidat yang digelar salah satu stasiun televisi swasta di arena muktamar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Rabu, lebih dipadati muktamirin daripada aula tempat Menteri Agama Suryadharma Ali dan Mendiknas M Nuh memberikan ceramah.
Bahkan, ratusan muktamirin rela menjadi pendukung masing-masing kandidat dan rela berdiri lama di belakang mereka.
"Debat kandidat secara terbuka memang hal baru di muktamar NU, jadi sangat wajar jika muktamirin lebih tertarik menonton ini daripada mendengarkan ceramah menteri," kata Ketua PCNU Kabupaten Brebes KH Atho'illah.
Menurutnya, meski apa yang disampaikan kandidat dalam debat itu belum tentu memiliki pengaruh signifikan terhadap pilihan muktamirin, tradisi adu argumentasi sudah selayaknya dibiasakan untuk mengasah otak sekaligus menghindari terjadinya salah paham.
Namun, alasan lebih diminatinya acara debat kandidat karena dianggap sebagai hal baru dalam muktamar juga tidak sepenuhnya benar. Setidaknya pengakuan beberapa muktamirin membuktikan hal itu.
"Ini kan direkam, mas. Katanya nanti malam disiarkan, siapa tahu kita kesorot dan masuk televisi," kata seorang penonton yang tidak mau disebutkan namanya.
Acara yang dimoderatori Alfito Dinofa dengan panelis Fachri Aly itu memang direkam dan bakal ditayangkan malam harinya dengan durasi 60 menit. (T.S024/Z002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
