
Swastanisasi Program Kesehatan Gratis Sulsel Belum jelas

Makassar (ANTARA Sulsel) - Rencana swastanisasi program kesehatan gratis oleh pemerintah provinsi Sulawesi Selatan, hingga saat ini masih belum jelas.
"Pemprov Sulsel masih menunggu kepastian dari pihak asuransi, yang ingin menangani program kesehatan gratis," kata Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Rahmat Latief di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, pihaknya aat ini belum mendapat kepastian dari pihak asurani yakni PT. Bumiputera yang sebelumnya mengaku berminat untuk menangani pelaksanaan program kesehatan gratis di Sulsel.
Padahal, lanjut dia, pemprov mengharapkan swastanisasi program kesehatan gratis itu dapat dilaksanakan pada awal tahun ini.
"Swastanisasi kesehatan gratis mampu mencover pendanaan kesehatan bagi masyarakat Sulsel," pintanya.
Sebelumnya, pemerintah provinsi sulsel telah melakukan pertemuan dengan Komisi IV DPRD Sulsel untuk membahas rencana tersebut, menyusul perusahaan asuransi Bumiputera telah mempersentasikan mekanisme pelibatan pihak ketiga dalam program tersebut.
Sejauh ini, pemerintah provinsi Sulsel telah melakukan pendataan ulang jumlah masyarakat miskin di Sulsel yang akan diikutsertakan dalam program tersebut.
Hal itu dilakukan, ungkapnya agar masyarakat miskin yang belum tertangani dalam program pelayanan kesehatan seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat (JAMKESMAS) terakomodir dalam program layanan kesehatan gratis.
Pemerintah provinsi sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp166 miliar untuk mendukung program kesehatan gratis pada 2009, alokasi dana itu meningkat 100 persen bila dibandingkan alokasi anggaran program yang sama tahun lalu.
Alokasi anggaran kesehatan gratis, ujar Rahmat akan dipergunakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama satu tahun, hal itu dilakukan guna mengoptimalkan pelaksanaan program kesehatan gratis hingga ke tingkat kabupaten/kota.
"Anggaran tahun ini dialokasikan untuk rumah sakit pemerintah provinsi Rp90 miliar lebih/dan rumah sakit pemerintah kabupaten/kota Rp76 miliar," urainya.
Dia mengaku, usulan anggaran kesehatan gratis itu telah dimasukkan dalam pembahasan Rancangan APBD Sulsel Tahun Anggaran 2009.
Selain anggaran kesehatan gratis, jumlah masyarakat miskin yang masuk dalam program ini juga mengalami peningkatan. Tahun ini jumlah masyarakat miskin yang terdata dalam program kesehatan gratis mencapai 4,4 juta orang lebih, jauh lebih besar dibanding data tahun lalu yang hanya sebesar 4,2 juta orang lebih.
Pemerintah provinsi sulsel juga telah menyediakan posko yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang mekanisme pelaksanaan kesehatan gratis, serta pusat informasi pengaduan yang dinilai tidak optimalnya program kesehatan gratis. (T.PK-HK/S016)
