Logo Header Antaranews Makassar

Eksportir Kakao Sulsel Minta Gubernur Tolak Permenkeu

Sabtu, 17 April 2010 11:08 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Eksportir kakao Sulawesi Selatan mendesak meminta gubernur Sulawesi Selatan untuk menolak pemberlakuan Permenkeu No 67/PMK.001/2010 tentang bea keluar ekspor kakao.

Wakil Ketua DPD Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Sulsel, Andi Faik di Makassar, Sabtu, meminta agar Gubernur Sulsel mendukung upaya Askindo Sulsel yang selama ini telah menentang kebijakan bea keluar ekspor kakao itu.

Menurut dia, pemberlakuan bea keluar ini perlu ditinjau ulang karena sangat merugikan pengusaha yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembelian biji kakao di tingkat petani.

"Kami harap pak gubernur memperlihatkan sikap dan tindakan mendukung kepentingan petani dan pengusaha biji kakao dengan membuat rekomendasi ke Menteri Keuangan untuk menunda pelaksanaan Permenkeu Nomor 67/2010," ujarnya.

Sebelumnya, pihak Askindo telah berkoordinasi dengan Komisi B DPRD Sulsel agar merekomendasikan kepada Gubernur untuk menolak kebijakan tersebut.

"Saya belum tahu persis apakah dewan sudah menyurat ke Gubernur atau belum. Tetapi yang jelas kami harap pak Gubernur juga bisa memperlihatkan sikap yang mendukung kepentingan rakyat," kata Faik.

Dia mengaku, pemberlakuan Permenkeu dengan alasan keterbatasan pasokan bahan baku industri dianggap tidak tepat karena produksi kakao nasional melebihi kapasitas terpasang industri yang ada di Indonesia .

"Kapasitas terpasang industri dalam negeri hanya 230 ribu ton. Itu pun yang terpakai masih dibawah kapasitas. Dimana relevansinya, jika produksi kakao nasional bisa mencapai 800 ribu ton," keluhnya.

Mewakili 48 anggota yang tergabung dalam DPD Askindo Sulsel telah menyatakan komitmennya untuk menolak pembelian dan melakukan aktivitas ekspor, jika permintaan mereka tidak terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Sulsel, Burhanuddin Mustafa menilai pemberlakuan pajak bea keluar yang diperoleh dari eksportir ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kakao. (T.KR-HK/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026