
Dua Jenasah Berhasil Diidentifikasi

Parepare, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Dua jenazah korban musibah kapal tenggelam KM Teratai Prima yang ditemukan pada hari dan tempat yang berbeda, berhasil diidentifikasi tim dokter forensik.
Kedua korban tersebut berjenis kelamin perempuan, terdiri atas satu perempuan dewasa dan satunya lagi bocah perempuan, kata tim forensik, dr Mauluddin di Parepare, Sulsel, Selasa.
Jenazah pertama ditemukan di perairan Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Senin (12/1) yang kemudian dievakuasi ke Parepare yakni seorang perempuan dewasa berusia antara 18-50 tahun, berambut panjang, tinggi 159 cm dan berat 58 kg, gigi atas jarang dengan ruang 3-5 mm antara gigi satu dengan lainnya.
Bagi keluarga yang ingin mengambil jenazah korban, diharapkan membawa ijazah yang ada sidik jarinya untuk dicocokkan, katanya.
Sedangkan korban kedua yang ditemukan di Perairan Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (13/1) lalu dievakuasi ke Parepare, berhasil diidentifikasi ternyata adalah seorang bocah perempuan dan bukan bocah laki-laki seperti informasi sebelumnya, berusia 6-10 tahun, tinggi 110 cm dan berat 13 kg, memakai baju berwarna orange dan pada lengan baju berwarna biru.
Pihak keluarga yang ingin mengambil jenasah tersebut harus membawa bukti sidik jari kaki untuk dicocokkan.
Kedua jenazah yang berhasil diidentifikasi tersebut diumumkan di Posko Pelabuhan Parepare agar masyarakat mengetahui.
Hingga sekarang ini, korban kapal tenggelam KM Teratai Prima yang karam di Perairan Baturoro, Kabupaten Majene, Sulbar, Minggu dini hari (11/1) dengan tujuan pelayaran Parepare (Sulsel) - Samarinda (Kaltim), yang ditemukan sebanyak 43 orang, terdiri dari 41 orang selamat dan dua orang tewas.
Jumlah penumpang di manifes sebanyak 250 orang, namun banyak keluarga korban yang melapor, ternyata mereka berangkat tidak tercatat di manifes, sehingga masih belum pasti jumlah seluruh penumpang kapal naas tersebut.
Pada saat Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo meninjau pos penanganan korban di Pelabuhan Parepare, masuk informasi adanya sebanyak 40 korban terdampar di Pulau Kapoposang, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulsel, sehingga Gubernur langsung menginstruksikan untuk mengevakuasi korban.
Namun, setelah tim dari Angkatan Laut ke pulau tersebut dan menyisir perairan di sekitar pulau itu, ternyata tidak ada korban yang terdampar, sehingga Posko menganggap informasi tersebut palsu (tidak benar). (T. F003*M042/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
