Logo Header Antaranews Makassar

Pakar : Kandidat Belum Dewasa Hadapi Pilkada Sulsel

Selasa, 6 Juli 2010 13:47 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pakar politik dari Universitas Hasanuddin DR Aminuddin Ilmar mengatakan kandidat yang bertarung pada pemilihan kepala daerah di Sulawesi Selatan belum dewasa, meskipun proses Pilkada sudah berjalan dengan baik.

"Proses pelaksanaan Pilkada di 10 kabupaten di Sulsel sudah cukup baik, hanya saja hal ini tidak dibarengi dengan kedewasaan kandidat dalam menerima hasil penghitungan dan penetapan KPUD," kata Aminuddin di Makassar, Senin.

Sepuluh kabupaten di Sulsel yang telah melaksanakan Pilkada pada 23 Juni 2010 adalah Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Soppeng, Tanatoraja, Luwu Utara, Luwu Timur, Gowa, Bulukumba dan Selayar.

Menurut Aminuddin, pelaksanaan Pilkada pada sepuluh kabupaten tersebut yang dinilai sudah cukup baik, dapat dilihat dari indikator tidak adanya komplain dari terhadap KPUD setempat, terkait dengan proses Pilkada itu.

Namun adanya aksi pengerahan massa atau perusakan pada fasilitas umum atau kantor seperti kantor KPUD Tanatoraja, rumah jabatan bupati dan sebagainya, menjadi bukti ketidakdewasaan kandidat dalam menerima hasil dari proses Pilkada tersebut.

"Ini tentu sangat disayangkan, karena disikapi dengan benturan sosial, padahal seharusnya melalui proses hukum jika terjadi sengketa atau ada hal yang dirasakan sebagai bentuk kecurangan," katanya.

Selain itu, lanjutnya, terjadinya benturan sosial itu karena ketidaksiapan KPUD setempat untuk mengantisipasi adanya konflik.

Padahal sebelumnya, dari 10 kabupaten yang melaksanakan Pilkada, sudah diprediksi sedikitnya empat kabupaten yang rawan konflik yakni Kabupaten Soppeng, Gowa, Luwu Utara dan Barru, karena kandidatnya ada yang berstatus "incumbent".

"Kalaupun ada anggota KPUD yang tidak bersikap netral akibat tekanan kandidat incumbent itu, harusnya anggota KPUD tersebut diajukan ke dewan kehormatan KPUD, bukan dihadapi dengan aksi demo yang kemudian mengarah ke anarkis," katanya. (S036/Z003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026