
Pilkada Toraja Utara Rawan Konflik

Makassar (ANTARA News) - Pemilihan Kepala Daerah kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan yang akan dilaksanakan November mendatang rawan terjadi konflik.
Wakil Ketua Partai Damai Sejahtera (PDS) Sulsel Alexander Palinggi di Makassar, Rabu, menyatakan banyaknya pasangan kandidat yang bakal bersaing dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) kabupaten Toraja Utara (Torut) mendatang rentas terjadi konflik.
Kondisi itu, lanjutnya akan diperparah jika penjabat sementara Bupati Toraja Utara Toutoto Tranggina hingga jajaran pemerintah kabupaten tidak berlaku netral.
"Penjabat bupati maupun jajaran pemerintahan lainnya di Torut harus bisa berlaku netral. Disamping itu diharapkan PNS juga tidak terlibat politik praktis. Jika ada pejabat tidak netral, sengketa di Torut bisa lebih parah dari Toraja," jelas dia.
Anggota DPRD Sulsel tersebut menyatakan, PDS bersama dengan PDP dan beberapa partai non parlemen secara resmi mengusung Ketua PNPM Nasional/Sekretaris Dirjen Depdagri Kalaktiku Paembonan-Alfrita Pasandek untuk bersaing dalam pilkada Torut mendatang.
Alex mengklaim jika tingkat elektibilitas keduanya di Torut cukup baik dan dapat diterima oleh masyarakat Toraja Utara. (T.KR-HK/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
