
Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah di Takalar

Takalar, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Angin puting beliung melanda dua kecamatan di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Angin kncang tersebut mengakibatkan puluhan rumah warga rusak berat.
Informasi yang dihimpun, Jumat, sebanyak 23 rumah dari dua kecamatan mengalami rusak berat akibat hantaman angin puting beliung.
Di Kecamatan Mangarabombang terdapat 17 unit rumah rusak berat dan di Kecamatan Pattalassang enam unit rumah juga mengalami kerusakan yang cukup serius.
Salah seorang korban, Daeng Rannu mengaku, kejadian ini terjadi, Kamis (15/1) petang. Menurutnya, sebelum angin puting beliung, air sungai sempat meluap sekitar setengah meter kemudian disertai angin kencan yang menghantam sejumlah rumah penduduk.
"Air sungai sempat meluap setinggi setengah meter dan angin kencan juga menyertainya sebelum menghantam atap rumah-rumah warga," katanya.
Sejumlah pohon juga tumbang karena hantaman angin puting beliung. "Peristiwa itu terjadi begitu cepat dan hanay dalam waktu singkat sejumlah rumah mengalami rusak parah, "ungkapnya.
Akibat dari hantaman angin puting beliung ini sejumlah keluarga harus mengungsi ke rumah kerabatnya yang terdekat untuk sementara waktu karena tidak bisa menempati rumah mereka yang terkena bencana alam tesebut.
"Untuk sementara ini saya akan tinggal di rumah keluarga sambil memperbaiki rumah dan menunggu bantuan dari pemerintah setempat," harapnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut, namun dirinya beserta kepala keluarga yang lainnya masih menunggu bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar.
"Kejadiannya sudah berlalu sehari tetapi hingga saat ini bantuan dari Pemda Takalar belum ada. Kami mengharapkan bantuan dari Pemda Takalar akan cepat tersalurkan ke masyarakat yang terkena bencana," tandas warga Kecamatan Mangarabombang tersebut. (T.PK-MH/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
