Logo Header Antaranews Makassar

Bulog Mamuju siapkan tiga ton gula pasir stabilkan harga

Rabu, 20 Mei 2020 13:48 WIB
Image Print
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kanan) bersama Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir (kiri), saat memantau harga sejumlah kebutuhan pokok pada operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga gula di Pasar Sentral Mamuju, Rabu (20/5/2020). ANTARA/Amirullah

Mamuju (ANTARA) - Perum Bulog Sub Divisi Regional (Subdivre) Mamuju Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan tiga ton gula pasir untuk menstabilkan harga di pasaran yang mencapai Rp14.500 ribu per kilogram.

"Hari ini kami meluncurkan tiga ton gula pasir yang didistribusikan ke seluruh pasar di Kabupaten Mamuju untuk menstabilkan harga hingga Rp12. 500," kata Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir, pada operasi pasar di Pasar Sentral Mamuju, Rabu.

Operasi pasar dalam rangka menstabilkan harga gula tersebut dipimpin langsung Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dengan didampingi Kepala Disperindag Sulbar Agus Maricar bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulbar.

Pada kegiatan tersebut, Gubernur bersama Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju dan TPID Sulbar menyisir kawasan Pasar Sentral Mamuju untuk mengecek harga sejumlah kebutuhan pokok, khususnya gula.

"Jadi, kami bersama pak Gubernur dan Kepala Disperindag dan TPID Sulbar melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok kebutuhan pokok, khususnya gula," ujar Muhammad Yatsir.


"Ini sesuai perintah Presiden Joko Widodo kepada Perum Bulog untuk segera menstabilkan harga gula yang masih tidak stabil. Jadi, perintah pak Presiden agar harga gula di konsumen akhir itu Rp12.500 per kilogram," tambahnya.

Ia mengakui, sebelum pemantauan tersebut harga gula di pasaran di Kabupaten Mamuju mencapai Rp14.500 per kilogram.

"Harga gula sebelum kami turun memang masih dikisaran Rp14.500 per kilogram. Jadi, kami berharap dengan stok tiga ton yang kami luncurkan ke pasar-pasar hari ini dapat menstabilkan kembali harga gula hingga Rp12. 500 per kilogram," terang Muhammad Yatsir.


Perum Bulog Subdivre Mamuju, lanjut dia, juga telah bekerja sama dengan para pengecer dan pedagang di sejumlah pasar tradisional untuk menjual gula dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Sementara, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengakui adanya kenaikan harga kebutuhan pokok di daerah itu.

"Dari pemantauan yang kami lakukan hari ini, memang kami melihat ada kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok, terutama bawang putih dan bawang merah termasuk gula pasir," kata Ali Baal Masdar.

Pemerintah Provinsi Sulbar bersama Perum Bulog dan TPID lanjut Gubernur, memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok tersebut.

Ia juga optimistis, harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut akan kembali stabil.

"Kami akan memastikan distribusi kebutuhan pokok ke Sulbar tetap lancar sehingga stok tetap tersedia dan harga bisa kembali stabil. Kemungkinan, satu minggu hingga satu bula ke depan, harga kebutuhan pokok akan kembali normal. Khusus gula, hari ini Perum Bulog telah menyiapkan stok untuk melakukan stabiliasi harga," terang Ali Baal Masdar.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kedua dari kanan) bersama Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir (kiri), saat memantau harga sejumlah kebutuhan pokok pada operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga gula di Pasar Sentral Mamuju, Rabu (20/5). (ANTARA/Amirullah)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026