
Daun Pisang dan Bambu Laris di Makassar

Makassar (ANTARA Sulsel) - Daun pisang dan daun bambu laris di pasar tradisional, sehari menjelang perayaan Hari Raya Imlek di Makassar, yang dijual Rp1.500 per lembar dan daun bambu Rp1.000 per ikat, ungkap salah seorang pedagang di Pasar Kalimbu, Makassar, Minggu.
Hal senada dikemukakan pedagang daun pisang, Daeng Rani di Pasar Terong yang berdekatan dengan Pasar Kalimbu, Makassar bahwa warga keturunan yang berbelanja di pasar umumnya membeli dalam jumlah yang banyak.
Daun pisang dan daun bambu itu digunakan untuk membukus burasa yang terbuat dari beras yang diberi santan kemudian direbus,katanya.
Tradisi membuat burasa yang dibungkus daun pisang dan daun bambu sudah diwarisi turun temurun. Makanan pengganti nasi itu biasanya disajikan bersama lauk-pauk dari daging atau ikan, kata Syerly warga yang tengah berbelanja di Pasar terong.
Ia mengatakan, pada saat sebelum atau sesudah bersembahyang di klenteng, makanan khas itu dimakan bersama. Selebihnya diberikan kepada tetangga ataupun keluarga sebagai hantaran.
Selain menyiapkan hidangan makanan pada Hari Raya Imlek atau yang dikenal tahun baru China itu, kue-kue khas asal Tionghoa juga disiapkan. Bagi yang sibuk dan tidak sempat membuatnya, dapat membeli di toko oleh-oleh di bilangan Jalan Sulawesi dan Jalan Somba Opu, Makassar. Kue itu diantaranya dodol, kura-kura dan kue delapan.
Untuk harga cukup bervariasi tergantung besar kecilnya kemasan, dan kemasan kecil dodol, kue kura-kura dan kue delapan bisanya dijual seharga Rp10 ribu. Sedang untuk kemasan besar kue-kue tersebut bisa mencapai Rp50 ribu per kemasan.
(T.K-SUR/S004)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
