
Obyek Wisata Tanjung Karang Perlu Dibenahi

Palu (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah diharapkan segera membenahi obyek wisata Tanjung Karang agar pengunjung lebih nyaman saat menikmati keindahan obyek wisata yang terletak dekat dengan ibukota provinsi ini.
"Pemkab sudah saatnya membenahi Tanjung Karang sebab kondisi lingkungannya saat ini terkesan mirip kampung kumuh dan tidak teratur," kata Fardany (18), wisatawan lokal, Senin.
Menurut dia, untuk menjadikan Tanjung Karang menjadi obyek wisata andalan dan menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, Pemkab Donggala harus melakukan penataan di kawasan ini.
Bangunan "cottage", khususnya yang dikelola penduduk lokal, yang menjorok ke pantai hingga mencapai titik air laut saat pasang, harus segera ditertibkan.
"Ini penting agar ada ruang terbuka cukup luas yang tidak menghalangi pandangan pengunjung ketika menikmati panorama alam laut Teluk Palu dan Selat Makassar," katanya.
Hal lain yang perlu dibenahi, menurut mahasiswi jurusan teknik arsitektur sebuah perguruan tinggi di Palu ini, yaitu jalan di lingkungan kawasan ini untuk memberikan kenyaman pengunjung menuju cottage, serta penyediaan halaman parkir bagi kendaraan.
"Saya melihat lingkungan obyek wisata Tanjung Karang terlihat tidak teratur karena pemkab mengabaikan penataan jaringan jalan, lokasi peruntukkan untuk bangunan cottage dan tempat parkir," katanya.
Bahkan, lanjut dia, jalan masuk menuju obyek wisata ini dari jalan nasional Trans Sulawesi sudah mengalami kerusakan.
Maryati (36), ibu rumah tangga yang sering berkunjung ke Tanjung Karang, juga meminta Pemkab Donggala segera melakukan penataan terhadap obyek wisata ini.
Ia menyatakan, yang perlu segera dilakukan adalah memindahkan semua cottage yang dikelola penduduk lokal dari bibir pantai untuk menyediakan ruang terbuka yang luas, membangunkan jaringan jalan, lalu melakukan penghijauan dengan pohon ketapang.
Selain itu, perlu disediakan lahan parkir kendaraan, instalasi air bersih, telepon, dan listrik yang memadai.
"Saya kira jika dilakukan penataan seperti ini, Tanjung Karang ke depan bisa menjadi obyek wisata andalan bagi wisatawan domestik dan mancanegara," katanya.
Ia menambahkan pengembangan obyek wisata itu juga dapat memberikan kesempatan kerja bagi rakyat serta meningkatkan pendapatan asli daerah.
Sebelumnya, Bupati Donggala, Drs Habir Ponulele mengatakan program mengembangkan Tanjung Karang sebagai obyek wisata andalan sudah lama direncanakan namun karena keterbasan anggaran, sehingga belum dapat direalisasikan.
Tanjung Karang setiap tahun dikunjungi sedikitnya 100 ribu wisatawan, umumnya merupakan wisatawan nusantara.
Banyaknya wisatawan yang berkunjung dihitung dari kedatangan sedikitnya 1.000 orang setiap hari libur Sabtu dan Minggu dalam setahun yang totalnya mencapai 96 hari.
Angka ini belum termasuk kunjungan wisawatan mancanegara yang diperkirakan sedikitnya seribuan orang setiap tahun.
Khusus wisatawan mancanegera, mereka menempati cottage yang disiapkan seorang pengusaha asal Jerman yang membangun "kawasan eksklusif", terpisah dari kawasan yang dikelola oleh penduduk lokal.
(T.R015/N002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
