Logo Header Antaranews Makassar

13 Atlet Berprestasi Sultra Jadi PNS

Rabu, 28 Januari 2009 05:34 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 13 atlet berprestasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masa depan para atlet.

Kepala Sekretariat KONI Sultra, Hasrat di Kendari, Rabu mengatakan, pengangkatan atlet menjadi PNS melalui Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga dan "data base" oleh pemerintah setempat.

Ke-13 atlet yang sukses mengangkat harkat dan martabat daerah dan bangsa di berbagai jenjang kompetisi tersebut yakni atlet dayung sebanyak sembilan orang, sepak takraw (dua orang), cabang kempo (satu orang) dan pencak silat (satu orang).

Khusus yang direkrut menjadi PNS melalui program Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga sebanyak empat orang, yakni Samlia dan Harni (dayung), Adam Malik (pencak silat) dan Yusmirat (cabang kempo).

Pedayung rowing putri Samlia adalah penyumbang dua medali emas bagi kontingen Sultra pada PON XVII 2008 di Kaltim.

Sedangkan, pesilat Adam Malik yang juga jebolan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sultra mengukir sejarah merebut medali emas PON XVII 2008 di Kaltim.

"Atlet yang diusulkan menjadi PNS adalah yang berprestasi dengan tolok ukur yang telah menjuarai beberapa kompetisi yang diikutinya. Itu sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga maupun pemerintah daerah setempat," katan Hasrat.

Sebelum Pemerintah Pusat mengeluarkan kebijakan tentang pengangkatan atlet berprestasi menjadi PNS, kata dia, maka Pemprov dan Pemkab se-Sultra sudah memprioritaskan atlet berprestasi untuk menjadi PNS, dan ada juga atlet yang tidak menjadi PNS dibantu dengan modal usaha.

"Perhatian pemerintah terhadap atlet berprestasi bukan hanya diangkat jadi PNS, tetapi disediakan bonus Rp75 juta setiap medali emas, sehingga ada atlet dayung yang mengumpulkan bonus sampai Rp200 juta," katanya.

Ia mengimbau atlet yang belum direkrut menjadi PNS agar bersabar karena tidak mungkin dilakukan sekaligus mengingat formasi PNS disesuaikan dengan tenaga keahlian/profesi yang dibutuhkan daerah.

Pelatih sepak takraw Sultra, Heriansyah mengharapkan pengangkatan PNS dan bonus dapat menjadi motivasi bagi atlet lapis kedua dan ketiga untuk memacu diri dalam berlatih.

"Pemerintah sudah membuktikan kepedulian terhadap masa depan atlet sehingga diharapkan atlet lebih serius lagi berlatih dan bertanding," kata Heriansyah.
(T.S032/A011)