Logo Header Antaranews Makassar

Merpati Datangkan 15 Unit Armada Perintis

Rabu, 28 Januari 2009 12:10 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) terus memperkuat penerbangan di kawasan Indonesia Timur (KTI) dengan mendatangkan 15 unit armada bermesin propeller seri MA-60.

"Pesawat buatan China ini diposisikan guna mendukung peningkatan frekuensi penerbangan di bandara-bandara perintis," kata Manager Branch Office Makassar, Donny Ruchadi Rurut usai meresmikan Kantor Cabang Pembantu (KCP) MNA di Jl Hertasning Makassar, Rabu.

Dia menyebutkan, terdapat 11 penerbangan perintis yang akan diperkuat, yakni Selayar, Toraja, Mamuju, Baubau, Palu, Poso, Ambon, Bima, Balikpapan dan Tarakan. Penerbangan perintis dari Bandara Sultan Hasanuddin itu, juga akan melayani penerbangan langsung ke Denpasar, Bali.

Pesawat dengan kapasitas 50-60 "seat" (tempat duduk) itu, kata Donny, akan didatangkan secara bertahap yang dimulai pada bulan Juni 2009.

Dia mengungkapkan MNA sudah melakukan kerjasama pembelian dengan perusahaan penerbangan asal China.

Pesawat M-60 akan memperkuat sekaligus menambah frekuensi penerbangan menjadi dua kali sehari dengan 6-8 kali sekali penerbangan. Rencana MNA itu, ungkap dia, merupakan komitmen direksi untuk melaksanakan operasi penuh di KTI secara berangsur-angsur.

"Jarak terbang perintis pendek-pendek, sehingga jarak terbang bisa 6-8 kali dalam sehari. Kepindahan kantor pusat MNA di Makassar merupakan peralihan core business dari wilayah barat," kata dia.

Penerbangan ke daerah perintis tersebut, ujar dia, juga bertujuan untuk mengimbangi frekuensi penerbangan reguler. Saat ini frekuensi penerbangan reguler dan perintis di KTI antara 15-16 penerbangan setiap hari. Di tahun 2009 MNA menargetkan frekuensi terbang menjadi 20 - 25 penerbangan setiap hari.

Untuk mencapai target tersebut maka MNA juga akan mendatangkan dua armada 737 - 400 dan satu armada 737 - 300. Dengan penambahan tersebut, kata dia MNA akan memperkuat 34 armada yang sudah ada terdiri dari 13 propeller, tiga Fokker, tujuh Cassa, enam Twin Otter, dan sisanya jenis Boeing.

Sementara itu, jadwal penerbangan ditambah menjadi tiga kali, mulai pagi, siang dan sore setiap hari. Salah satunya penerbangan pagi dari Makassar tujuan Surabaya yang mulai efektif Februari 2009. Termasuk penerbangan Makassar -Sorong yang direncanakan di bulan Mei 2009.

Ia menargetkan, agenda penambahan armada di KTI itu, dilakukan untuk meningkatkan keuntungan dua kali lipat dari penjualan tiket pada tahun 2008. MNA sendiri menargetkan di tahun 2009 memperoleh hasil penjualan sebesar Rp30 miliar - Rp40 miliar per bulan.

Pada tahun 2008 penjualan tiket MNA rata-rata Rp20 miliar per bulan, dimana diperoleh dari penerbangan reguler dan perintis. Untuk memuluskan target itu maka mulai Februari tahun ini MNA memindahkan 100 persen operasional dari Jakarta ke Makassar.

Pemindahan bisnis seluruhnya menelan biaya sebesar Rp2 miliar hingga Rp3 miliar, termasuk memutasi lebih dari 150 karyawan dari Jakarta ke Makassar. Pemindahan haluan tersebut merupakan pengembangan bisnis MNA di KTI yang setiap tahun menelan biaya sebesar Rp2 triliun.

"Dari nilai pengembangan MNA akan ikut menstimulus ekonomi Sulsel. Uang akan semakin banyak beredar dan tersimpan di perbankan dan pemerintah dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," tutur dia.
(T.PK-HK/Z004)