
Jelang UN Bimbel di Makassar Diserbu

Makassar (ANTARA Sulsel) - Menjelang Ujian Nasional (UN), lembaga bimbingan belajar (Bimbel) di Makassar diserbu siswa SMP dan SMA yang duduk dibangku terakhir.
"Kami memilih program intensif tiga bulan untuk menghadapi UN yang biasanya diselenggarakan antara April - Mei," jelas salah seorang siswa Bimbel "JILS", Riska Dayanti di Makassar, Sabtu.
Menurutnya, program intensif itu dipilih karena orang tuanya tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar program Bimbel yang enam bulan ataupun setahun.
Hal senada dikemukakan siswa Bimbel di Surabaya Intelectual Club (SIC) Cabang Makassar, Firdaus. Menurutnya, ia memilih program Bimbel tiga bulan menjelang UN, karena di sekolahnya sudah tersedia Bimbel dari guru-guru sekolah, seusai pelajaran sekolah.
"Sejak kami naik ke kelas tiga SMA, kami sudah ikut les di sekolah, jadi untuk pemantapannya, tinggal memilih program bimbel intensif saja," paparnya.
Menanggapi tingginya animo siswa yang duduk di bangku terakhir SMP dan SMA di Makassar mengikuti Bimbel menjelang UN, diakui salah seorang pendiri dan guru di Lembaga JILS, Riswal. Menurutnya, program intensif memang memiliki banyak peminat dibanding program reguler.
"Setidaknya, kami bisa menerima siswa dua kali lipat dari jumlah siswa reguler pada saat menjelang UN," ujarnya.
Dengan "panen" siswa Bimbel menjelang UN tersebut, secara tersirat diakui jika membawa keuntungan bagi lembaganya. Karena pendapatannya juga meningkat dari pembayaran siswa yang rata-rata mencapai ratusan ribu per siswa.
Hal senada dikemukakan salah seorang pengajar di Lembaga SIC, Musdalifah. Menurutnya, jika program reguler hanya mengajar separuh dari kapasitas kelas yakni 25 orang - 30 orang. Kini, semua kelas jadwal pagi hingga malam sudah penuh.
"Selain menerima honor tetap, otomatis kami juga mendapat insentif jika jumlah siswa yang diajar bertambah. Sehingga selain lembaga mendapatkan keuntungan, kami pun tenaga pengajar bisa mendapatkan tambahan pendapatan," katanya. (T.K-SUR/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
