Logo Header Antaranews Makassar

KPU Torut Diminta Belajar dari 10 Kabupaten

Sabtu, 2 Oktober 2010 20:36 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Komisi Pemilihan Umum dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara, diminta belajar dari 10 kabupaten di Sulsel yang telah melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak pada Juni 2010.

"Kita minta kepada KPU dan Bupati Toraja Utara (Torut) agar lebih tegas dan mempersiapkan sebaik-baikya. Mereka harus mengambil pelajaran dari pilkada 10 kabupaten lalu," kata Ketua Komisi A DPRD Sulsel Tenri Olle Yasin Limpo di Makassar, Sabtu.

Hasil Pilkada 10 kabupaten di Sulsel semuanya bersengketa dan harus diselesaikan di Mahkamah Konstitusi. Khusus di Tana Toraja, Soppeng, dan Gowa terjadi kerusuhan dan pembakaran pasca pencentangan yang menyebabkan satu orang meninggal.

Saat meninjau persiapan Pilkada Torut yang akan digelar 11 November, Komisi A mengingatkan KPU setempat, untuk menampung dan mempelajari semua laporan yang masuk dari masyarakat.

"Kita meminta kepada KPU agar kalau masih ada persoalan-persoalan, cepat dikomunikasikan dengan tujuh pasangan calon yang ada," ucapnya.

Sebelumnya, Partai Damai Sejahtera (PDS) yang mencalonkan, Kalatiku Paembonan-Alfrita Pasande, juga meminta kepada KPU dan Pemkab Torut secepatnya memperbaiki daftar pemilih tetap yang dinilai masih bermasalah, agar tidak terjadi masalah pasca pencentangan.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PDS Sulsel, Alex Palinggi mengatakan, sekitar 30 ribu jiwa jumlah kelebihan DPT, terbanyak di Kecamatan Rinding Allo.

"Kelebihan yang begitu besar tersebut, membuat kita bertanya-tanya siapa calon yang berasal dari daerah tersebut," ujar Alex yang juga anggota DPRD Sulsel.

Di Torut terdapat 21 kecamatan dengan jumlah tempat pemungutan suara yang disiapkan sebanyak 371 TPS. (T.pso-099/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026