
Mahasiswa S3 Diminta Pertanggungjawabkan Beasiswa

Makassar (ANTARA News) - Komisi C DPRD Provinsi Sulawesi Selatan meminta kepada 200 mahasiswa yang mendapat beasiswa S3 internasional mempertanggungjawabkan anggaran tersebut kepada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah setempat.
"Mahasiswa harus mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran tersebut kepada BPKD, karena BPKD juga mempertanggungjawabkannya kepada DPRD," kata Anggota Komisi C DPRD Sulsel Ajiep Padindang di Makassar, Selasa.
Ajeip yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Sulsel mengemukakan, mahasiswa yang bersangkutan mesti menyetor bukti penggunaan anggaran terkait dengan proses pendidikan S3.
"Mekanisme bantuan S3 masih perlu disempurnakan. Ini penting, jangan sampai menimbulkan kecemburuan sosial. Di sisi lain, kita laksanakan program sosial, tetapi jangan sampai menimbulkan masalah sosial baru," jelasnya.
Hal senada dikemukakan Sekretaris Komisi C Ariady Arsal, yang menilai mekanisme pemberian beasiswa S3 bisa menjadi tidak bagus, jika dilaksanakan tanpa perencanaan matang.
Legislator PKS ini mengemukakan, beasiswa S3 yang cuma dibayarkan untuk empat semester terlalu tanggung, karena mahasiswa yang bersangkutan belum selesai.
"Ini mesti dievaluasi sebab tidak ada orang yang selesai S3 dalam empat semester," ujarnya.
Kepala BKD Sulsel, Yushar Huduri mengemukakan, mekanisme penyaluran bantuan beasiswa S3 ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa melalui rekening Bank Mandiri.
Khusus untuk mahasiswa S3 internasional di Malaysia, setiap semester ditransferkan Rp50 juta.
Ia menyebut untuk program beasiswa S3 seperti di Malaysia, Jepang, Australia dan New Zaeland, dengan pembiayaan APBD Sulsel 2010, semuanya telah disalurkan yang jumlahnya mencapai Rp24 miliar. (T.pso-099/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
