Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Kekurangan Perpustakaan Desa

Sabtu, 30 Oktober 2010 20:39 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Untuk merealisasikan program gemar membaca di seluruh daerah, Provinsi Sulawesi Selatan masih mengalami kekurangan unit perpustakaan desa.

Humas Unit Perpustakaan Daerah Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Sulsel, Syamsul Arif, di Makassar, Sabtu, mengatakan, bantuan buku yang diberikan sudah dilakukan di 1.057 desa.

Pada tahun ini, lanjutnya, Pemprov Sulsel kembali memberikan bantuan buku sebanyak 162.000 eksemplar kepada 157 desa.

Dengan begitu, pada tahun ini total desa yang mendapatkan bantuan sebanyak 1.228 desa.

Akan tetapi, kata dia, dari jumlah desa yang sudah menerima bantuan buku, belum banyak yang dilengkapi dengan perpustakaan, sehingga tidak terdapat tempat untuk buku-buku tersebut.

"Perpustkaan desa ini juga sangat penting sebagai tempat bagi warga desa yang ingin membaca, sehingga harus memberikan daya tarik bagi warga setempat," ujarnya.

Selama ini, kata dia, masih banyak desa yang menempatkan bantuan buku yang diberikan di kantor desa agar tidak hilang, namun masih cukup sulit untuk diakses oleh masyarakat.

"Selain untuk tempat bagi warga untuk dapat mengakses buku, keberadaan perpustakaan desa juga cukup penting agar kondisi buku tetap terawat dan tidak cepat rusak," ungkapnya.

Hal ini, kata dia, telah didukung oleh bimbingan teknis yang sudah diberikan kepada setiap desa sebelum memperoleh bantuan mengenai cara pengelolaan buku.

Ukuran perpustakaan desa ini, lanjutnya, tidak perlu terlau besar, namun bentuknya dapat menarik perhatian serta minat warga.

"Kami berharap agar setiap tahun ada anggaran yang dialokasikan untuk pembentukan perpustakaan desa, agar semakin menarik minat warga untuk membaca," imbuhnya.

Dengan begitu, kata dia, program gemar membaca yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Sulsel dapat terealisasi dengan maksimal di seluruh daerah. (T.pso-103/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026