
Dewan Minta Aparat Pemda Miliki Kepedulian

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - DPRD Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, meminta kepada seluruh aparatur pemerintah agar memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah.
"Hentikan politik praktis. Mari kita bekerja agar daerah ini menjadi daerah terkemuka di bagian selatan Sulsel," pinta Nurdin Halim, juru bicara Fraksi Bangkit Membangun Ummat (FKitabum) pada sidang paripurna DPRD Bantaeng tentang Pandangan Dewan atas Rancangan Perubahan APBD 2010, Selasa.
Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Bantaeng Hj Novrita A Langgara dan dihadiri Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Zainuddin tersebut dilangsungkan di gedung DPRD Bantaeng.
Pada sidang paripurna tersebut, para anggota dewan menyayangkan lambannya pembahasan perubahan APBD 2010. "Seharusnya pembahasan dilakukan September. Dan pada Oktober sudah dilakukan pembahasan APBD 2011," terang Nurdin Halim.
Ia kemudian mengemukakan kekhawatirannya terhadap defisit anggaran yang mencapai Rp9,8 miliar. "Saya khawatir anggaran sebesar itu tidak bisa ditutupi karena tenggat waktu yang sudah sangat mendesak," urainya.
Karena itulah, ia berharap kepada mitra kerja DPRD di Pemda agar memberikan alasan rasional terhadap kinerja yang dilakukannya selama ini.
Harapan yang sama juga dikemukakan Fraksi Demokrat. Anshar, SE yang menjadi juru bicara fraksi itu mengatakan, terlalu banyak pertanyaan yang seharusnya bisa dijawab dengan bukti kinerja.
Misalnya saja, terang Anshar, retribusi PDAM yang tidak jelas laporan keuangannya, Perusda yang menggunakan dana APBD serta anggaran pengadaan bibit talas yang belum terealisasi serta berbagai kegiatan lainnya.
Fraksi ini juga mempertanyakan rancunya fasilitas kesehatan gratis, terbukti masih banyak masyarakat yang mempertanyakan karena memperoleh pelayanan berbeda, bahkan masih ada yang membayar di RSUD Prof Dr Anwar Makkatutu.
Sedang Fraksi Partai Golkar (FPG) melalui juru bicaranya H Said Baddu memahami kendala yang dihadapi eksekutif dalam melaksanakan program kerjanya. Demikian pula dengan masalah pembahasan anggaran.
Meski begitu, Said masih mempertanyakan bantuan buku gratis untuk siswa SMA dan SMK. Khusus masalah pembahasan Perubahan APBD, Fraksi dari partai beringin berharap ke depan pengajuan perubahan APBD bisa dilakukan lebih awal agar cukup waktu untuk membahasnya.
Perubahan APBD Kabupaten Bantaeng untuk 2010 mengalami peningkatan Rp39,9 miliar (naik 10,76 persen) dibanding target pada anggaran pokok yang berjumlah Rp371,5 miliar.
Pemda Kabupaten Bantaeng menargetkan pendapatan sebesar Rp411,5 miliar. Pendapatan sebesar itu terdiri atas pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 16,4 miliar lebih, dana perimbangan Rp322,4 miliar lebih serta pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp72,6 miliar lebih. (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
