
32 Penderita DBD di Makassar Selama Januari

Makassar (ANTARA Sulsel) - Sebanyak 32 orang penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Makassar pada periode Januari 2009.
"Dari hasil penelitian laboratorium, pasien yang mendapat rawat inap di rumah sakit di Makassar, tercatat 32 yang positif DBD," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr Naisyah tun Asikin di Makassar, Rabu.
Menurutnya, di sejumlah rumah sakit pemerintah dan swasta di Makassar diakui terdapat ratusan pasien yang dirawat dengan indikasi penyakit DBD. Namun tidak semua positif DBD setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.
Salah satu rumah sakit pemerintah, Rumah Sakit (RS) Labuang Baji berdasarkan data RS yang berada di selatan Kota Makassar itu, sejak awal 2009 hingga 10 Februari 2009, tercatat pasien terindikasi DBD sebanyak 210 orang pasien. Ratusan pasien tersebut, didominasi anak berusia 5 - 10 tahun dan pada Januari 2009 terdapat tiga pasien yang meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Naisyah mengaku belum menerima laporan tersebut dari pihak rumah sakit. Kendati demikian, ada pasien yang tidak tertolong lagi, biasanya karena terlambat dibawah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara dini.
"Pada awal-awal tahun seperti ini memang rawan terjadi wabah DBD, karena itu kami imbau jika ada warga yang mengalami demam tinggi, agar secepatnya memeriksakan diri ke puskesmas ataupun rumah sakit," ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, lanjutnya, sudah menyiapkan layanan kesehatan gratis kelas III di rumah sakit yang menyediakan program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan Jaminan Kesehatan daerah (Jamkesda). Untuk kedua program tersebut, diprioritaskan kepada warga miskin di kota itu.
Setiap Kepala Keluarga (KK) dari Rumah Tangga Miskin (RTM) akan mendapatkan kartu Jamkesmas atau Jamkesda. Sementara warga yang tidak memiliki Asuransi Kesehatan (Askes) ataupun Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), dan tidak mendapatkan kartu Jamkesmas ataupun Jamkesda, tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis untuk rawat inap kelas III.
"Mereka cukup datang ke Puskesmas atau RS dengan memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)," katanya.
Adapun RS yang menerima pasien pemilik kartu Jamkesmas dan Jamkesda di Makassar adalah RD Daya, RS Haji, RS Labuang Baji, RS Bhayangkara, RS Dadi, RS Pelamonia, RS Angkatan Laut dan RS Regional Wahidin Sudirohusodo. Selain itu, juga terdapat dia rumah sakit bersalin milik pemerintah yang memiliki program Jamkesmas dan Jamkesda yakni RS Fatimah dan RS Pertiwi.
Sedangkan tiga RS swasta yang menerima pasien pemilik kartu Jamkesmas adalah ST Stella Maris, RS Islam Faisal dan RS Ibnu Sina.
(T.K-SUR/Z002)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
