
Pertemuan BIMP-EAGA Hasilkan 12 Kesepakatan

Makassar (ANTARA News) - Pertemuan BIMP-EAGA bertemakan "Agricultural and Fisheries Minister Meeting" di Makassar, Jumat, menghasilkan 12 kesepakatan sebagai kebijakan bersama antar negara forum untuk memperkuat kerja sama dalam sektor agroindustri dan perikanan.
Sebanyak 12 butir kebijakan tersebut disepakati bersama melalui delegasi empat negara peserta yang brelangsung dua hari di Makassar.
Pertemuan itu dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan RI Fadel Muhammad, Menteri Industri dan Sumber Daya Utama Brunei Darussalam Pehin Dato' Yahya, Wakil Menteri Pertanian dan Pertanian Berbasis Industri Malaysia Dato' Wira Mohd. Johari Bin Baharum dan Wakil Menteri bidang lapangan Departemen Pertanian Fillipina Joel S. Rudinas.
Ke empat negara bersepakat mengembangkan pelaksanaan kebijakan serta inisiatif keamanan pasokan pangan tingkat nasional dan daerah, memastikan pola produksi pangan yang kuat, meningkatkan produksi dan manfaat hasil produksi dengan mendorong kerja sama riset dan pengembangan serta memperbesar penanaman modal.
Membentuk sistem informasi keamanan pangan dalam wilayah, memfasilitasi kesempatan berinvestasi untuk negara-negara forum, meningkatkan kompetisi produksi pangan, memfasilitasi perdagangan dan membangun kepercayaan diri konsumen dengan mengikuti standar internasional dan memastikan integritas lingkungan dan ekosistem.
Serta mengembangkan kemampuan produksi dan saling menukar keahlian, menyediakan kebutuhan pangan darurat untuk wilayah dengan membentuk gudang komoditas BIMP-EAGA, mempromosikan bisnis jasa dan layanan fasilitas dan menghimpun anggaran untuk pangan dalam jangka menengah.
Untuk mengimplementasikan konsep BIMP-EAGA sebagai lumbung pangan, masing-masing negara menugaskan kementerian bidang pertanian dan perikanan untuk bekerjasama dengan seluruh pihak terkait memformulasikan konsep secara rinci 12 kesepakatan tersebut.
Empat negara dalam forum juga berkomitmen memajukan dan memperkuat kerja sama di bidang pertanian dan perikanan sesuai dengan konsep lumbung pangan melalui arahan masing-masing kepala negara dan arahan organisasi sebagai prioritas kebijakan dengan memastikan penyediaan sumber daya untuk mendukung industri pertanian.
"The First BIMP-EAGA Agricultural and Fisheries Minister Meeting" berlangsung di Makassar, 25-26 November 2010.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebagai "Chief Local Goverment Unit" mengharapkan agar seluruh provinsi yang tergabung dalam forum ini saling memenuhi kebutuhan dan Sulsel membuka diri untuk saling memasok dan bertukar komoditas pangan dengan negara-negara anggota forum. (T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
