
Tambahan Lahan Baru Capai 50 Ha

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, mendapat tambahan lahan baru untuk areal persawahan seluas 50 hektar di Desa Tanah Loe, Kecamatan Tompo Bulu.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah yang berbicara di depan peserta Prajabatan angkatan 2008/2009 berjumlah 133 orang golongan 1, 2 dan 3 di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Kamis, mengatakan, tambahan lahan tersebut sangat penting mengingat keterbatasan areal di daerah ini.
Ia berharap, tahun 2011, kembali dilakukan penambahan lahan sehingga luas lahan persawahan bisa lebih dari 7.000 Ha yang selama ini digarap petani.
Bupati berharap, para PNS baru dapat mengantisipasi perkembangan pembangunan yang sedang digalakkan selama ini, terlebih dengan adanya rencana menjadikan Pelabuhan Mattoanging menjadi pelabuhan nasional maupun internasional.
Bila pintu masuk ke Bantaeng sudah terbuka lebar, maka pertumbuhan ekonomi sudah tidak diragukan lagi. "Bantaeng akan menjadi pusat aktivitas dan menjadi alternatif setelah Makassar," ujarnya.
"Kita jadikan Butta Toa sebagai spirit menuju kejayaan Bantaeng," tambahnya sembari menyebut The New Bantaeng sebagai pusat aktivitas sekaligus menjadi pemikat (magnet) untuk menarik orang-orang berkunjung ke daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.
Kalau infrastruktur sudah ada, orang di Makassar akan menjadikan Bantaeng sebagai tujuan ber-akhir pekan (week end). Makanya kita siapkan fasilitasnya. Mau rekreasi pantai, ada Marina Beach Korong Batu.
Di lokasi tersebut bisa mancing, main jet-ski, banana boat, terumbu karang yang dekat dari pantai dan berbagai aktivitas olahraga air lainnya yang bisa dilakukan.
Untuk menunjang hal itu, sudah ada pengusaha boat yang menyatakan siap. Mau wisata agro ada bunga di Loka, strawberry dan apel di Lannying Kecamatan Ulu Ere, tambah Nurdin Abdullah.
Menanggapi terjadinya pemanasan global serta perubahan cuaca yang terjadi sepanjang 2010, Bupati Bantaeng mengatakan, daerah ini harus bisa mengambil posisi yang tepat menjadikan Bantaeng menjadi Kabupaten penghasil benih berbasis teknologi.
Dengan perubahan iklim, kita harus bisa menyiapkan bibit yang tahan hama, tahan panas dan air serta berusia pendek. Selama ini, tambahnya lagi, kita sudah menggunakan penanaman sistem Legowo-21.
Pola tanam tersebut sudah berhasil meningkatkan produksi sebab anakannya lebih banyak dibandingkan pola tanam sistem tanggul jajar. Tanggul jajar hanya menghasilkan anakan sebanyak 35 anakan sedang Legowo-21 bisa mencapai 65 anakan.
Karena itu, Bupati berharap para PNS baru bisa lebih kreatif membantu Pemda dalam mengembangkan potensi daerah tersebut sehingga Bantaeng bisa lebih maju. (T.pso-102/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
