Logo Header Antaranews Makassar

PAD Sulbar 2011Naik Rp110 Miliar Lebih

Sabtu, 1 Januari 2011 19:55 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menargetkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2011 sebesar Rp110 miliar.

"Target PAD kita 2011 sebesar Rp110 miliar lebih meningkat sebesar Rp13,9 miliar atau naik 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp96,17 milyar lebih,"kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, peningkatan target PAD ini juga dibarengi meningkatnya belanja anggaran tahun ini dari jumlah APBD meningkat yang menjadi Rp707,8 miliar.

"Kita berharap PAD ini bisa tercapai untuk menutupi terjadinya devisit anggaran sebesar Rp1,47 miliar," kata dia.

Karenanya, Dispenda harus mampu memaksimalkan segala potensi pendapatan dalam rangka mendorong pelaksanaan pembangunan di provinsi ini.

Gubernur menuturkan, untuk mendorong bertambahnya sektor PAD di Sulbar, pemprov pun telah mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) selaku mitra pemerintah untuk giat mencari pundi-pundi PAD minimal Rp1 miliar 2011.

"BUMD telah kita bebankan agar bisa mendulang sektor PAD sebesar Rp1 miliar untuk menutupi devisit tahun lalu," jelasnya.

Sebelumnya, ketua Komisi II DPRD Sulbar, H.Hamid mengemukakan, dalam rangka mendorong peningkatan PAD, pihaknya telah merekomendasikan kepada gubernur agar Pajak Air Permukaan yang digunakan oleh PLN di Bakaru, Kabupaten Pinrang Sulawesi Selatan, untuk segera memaksimalkan agar PAD itu dimasukkan ke kas daerah Sulbar.

"Potensi pajak air permukaan yang dilakukan oleh PLN Bakaru tidak pernah kita nikmati karena sektor PAD ini masih ditangani oleh pemprov Sulsel. Mestinya, pemprov Sulbar melalui Dispenda agar segera menyelesaikan permasalahan dengan pemprov Sulsel," pinta Hamid.

Olehnya itu, kata dia, dewan berharap agar gubernur lebih serius agar potensi pendapatan daerah ini bisa segera dituntaskan guna menambah sektor pendapatan.

Hamid mengemukakan, dari hasil PAD selama ini belum cukup untuk membiayai pembangunan di Sulbar.

Sehingga kata dia, guna meningkatkan PAD tersebut maka potensi pajak air permukaan yang digunakan perusahaan swasta khususnya pabrik perkebunan kelapa sawit, pajak mesin genset listrik berkapasitas besar yang digunakan perusahaan swasta, BUMN dan BUMD bisa dimaksimalkan.

Demikian pula dengan pajak alat berat, pajak balik plat kendaraan roda empat maupun roda dua juga harus bisa dioptimalkan.

"Sektor-sektor ini sangat diharapkan bisa dimaksimalkan oleh Dispenda dalam memenuhi bertambahnya PAD untuk pembangunan di daerah," ujar Hamid. (T.KR-ACO/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026