
Suryadharma Ingatkan Kader PPP Waspadai Anomali Politik

Makassar (ANTARA News) - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali mengingatkan kadernya agar mewaspadai kecenderungan anomali politik yang bakal terjadi di negara ini.
"Salah satu gejala anomali atau kekacauan politik yang patut diwasapdai yakni pembahasan undang-undang tentang partai politik," kata Suryadharma saat membuka musyawarah wilayah ke-6 sekaligus peringatan hari ulang tahun ke-38 PPP Sulawesi Selatan di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, sejumlah partai besar mengusulkan tingkat parliamentary threshold (PT) dinaikkan dari 2,5 persen menjadi 4-7 persen yang dibarengi usulan memperbanyak daerah pemilihan untuk setiap partai agar bisa lolos dalam syarat pemilu.
"Itu merupakan strategi partai besar untuk membunuh partai kecil. Jika itu terjadi, kita kembali ke semangat orde baru yang mengerucutkan parpol menjadi tiga," katanya.
Dia menegaskan sikap PPP tetap mendukung PT 2,5 persen, sebab saat pertama kali aturan tersebut diberlakukan pada Pemilu 2009 sekitar 16 juta pemilih di Indonesia tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.
Jumlah pemilih yang terkebiri hak politiknya dipastikan akan semakin meningkat jika syarat minimal PT semakin ditingkatkan.
"Partai besar memang memiliki kemampuan memaksakan kehendak. Tapi jika kemampuan itu tidak dibarengi pertimbangan sisi keagamaan, kebudayaan dan aspek-aspek lainnya, maka itu disebut sebagai tirani demokrasi," ujarnya.
Untuk menanggulangi masalah tersebut, tambahnya, kader diwajibkan melakukan konsolidasi internal dan konsolidasi sumber daya manusia agar terjadi peningkatan perolehan suara partai.
Konsolidasi internal diimplementasikan dengan menghidupkan infrastruktur partai, membentuk pengurus anak cabang tingkat kecamatan sebanyak mungkin dan mengaktifkan semua struktur yang tidak aktif.
Sementara konsolidasi SDM, dilakukan dengan cara memilih kader-kader terbaik yang akan didudukkan di parlemen melalui mekanisme selektif yang ketat.
"Pastikan caleg-caleg kita adalah SDM handal, memiliki kemampuan bertarung dengan semua kekuatan di daerah-daerah pemilihan," ujarnya.(T.KR-AAT/B013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
