
Dirjen Daglu Tekankan Perlunya Perluasan Pasar Ekspor

Makassar (ANTARA News) - Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Deddy Saleh, di Makassar, Rabu, menekankan perlunya perluasan pasar ekspor.
Perluasan pasar ekspor, katanya, bisa dilakukan dengan menyasar negara-negara non tradisional disamping negara tradisional.
Ia mencontohkan, negara-negara di kawasan ASEAN dan Eropa Timur masih sangat luas dan potensial untuk dimasuki. "Vietnam sekarang semakin meningkat," tambahnya.
Dalam fokus diskusi, pihaknya dengan asosiasi komoditas, Dirjen Perdagangan Luar Negeri menetapkan tujuh komoditas yang memiliki prospek pada 2011.
Ketujuh komoditas tersebut diantaranya, otomotif yang diprediksi meningkat 10 persen, CPO dan produk turunannya diprediksi meningkat 16 persen, kopi diperkirakan naik lima persen dan kakao.
Kakao olahan ditargetkan meningkat 61 persen sedangkan biji 22 persen.
Dari tujuh komoditas tersebut, komoditas yang diproduksi Sulsel hanya dua yaitu kopi dan kakao. Komoditas lainnya seperti tambang dan rumput laut tidak masuk ke dalam daftar prospek namun hal itu bukan berarti tidak menjadi perhatian.
"Sebetulnya ada, bukan berarti tidak penting. Rumput laut dan tambang misalnya tetap jadi perhatian," ujarnya.
Ia juga mengharapkan, masing-masing sektor terkait komoditas yang ada harus bekerjasama untuk meningkatkan pasar.
Infrastruktur juga menjadi salah hal yang paling utama dalam mendukung kinerja ekspor. "Tidak ada lagi macet, industri manufaktur seperti listriknya jangan sampai kurang, iklim usahanya, perijinannya, sekarang kita sudah percepat," jelasnya.
Nilai ekspor nasional pada 2011 ditargetkan maksimal mencapai 145,7 miliar dolar Amerika dengan pertumbuhan 14,7 persen.
Pada periode Januari-November 2010, nilai ekspor nasional mencapai 115,9 miliar dolar Amerika dengan pertumbuhan 33,8 persen. (T.KR-RY/M012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
