Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur : Pembaca akan Tinggalkan Media yang Merepotkan

Rabu, 2 Februari 2011 20:37 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, suatu saat media massa yang terlalu merepotkan akan ditinggalkan khalayak pembacanya.

"Orang akan tinggalkan media yang terlalu merepotkan," katanya saat meresmikan peluncuran, media, Portal Kabar Makassar di Makassar, Rabu.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini, mencontohkan ketika orang mulai bosan dan gerah dengan pemberitaan terkait kasus Gayus Tambunan, yang sudah enam bulan menjadi sajian utama media massa.

Ia menyebut kehadiran Kabar Makassar adalah sebuah pergerakan untuk akselerasi dunia, dan berharap media ini menyajikan informasi yang memiliki pandangan masa depan bangsa yang panjang.

Syahrul mengemukakan, pemberitaan sebuah media harus memiliki rambu-rambu kritis yang senantiasa, mengedepankan logika, tidak melanggar hukum, bermanfaat bagi masyarakat, dan berpatokan pada nilai-nilai agama dan budaya lokal.

Meski begitu, ia menegaskan jika seorang pejabat harus selalu siap dalam mendapat kritikan dari media massa, termasuk dirinya.

"Kalau ada pejabat yang tidak mau dikritisi, dia sebenarnya telah menghancurkan puncak karirnya. Pemerintah butuhkan kritik, kalau tidak mau mundur dari pemerintah," jelasnya.

Karena pemerintah yang menolak kritik, lanjutnya, berpotensi akan melahirkan pergolakan dalam suatu daerah atau negara.

Meski menyatakan terbuka untuk dikritisi, Syahrul berharap pemberitaan media murni berada dalam posisi mengkritisi, bukan mempidanakan. (T.KR-AAT/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026