Logo Header Antaranews Makassar

BKKBN Bagi Kondom Gratis Atasi Pertumbuhan Penduduk

Sabtu, 12 Februari 2011 18:07 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sulawesi Barat, membagikan kondom gratis sebagai upaya antisipasi untuk menekan laju pertumbuhan penduduk di wilayah itu.

"Kondom ini tidak diperjualbelikan dan dibagi secara gratis kepada masyarakat, bagi pria pasangan usia subur (PUS) di Sulbar sehingga penduduk bisa ditekan setiap tahunnya," kata kepala BKKBN Sulbar, Rostiawaty Arhus, di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, program KB kembali digelorakan oleh pemerintah pusat untuk mengatasi ancaman ledakan penduduk di tanah air. Karena itu, pembagian kondom gratis akan disebar hingga ke desa-desa melalui klinik desa yang telah tersedia.

"Kami telah menyebarkan kondom ke klinik-klinik KB baik yang dibangun pemerintah maupun swasta. Ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam mengatasi terjadinya penambahan penduduk," jelasnya.

Dia mengemukakan, mengatur kehamilan bagi masyarakat sangat perlu dilakukan khususnya bagi masyarakat pra sejahtera karena bila tak teratasi maka keluarga pra sejahtera akan melahirkan anak yang tak berkualitas dan akan mengakibatkan masyarakat itu berada dalam lingkaran kemiskinan.

Rostiawaty menjelaskan, selama tahun 2010 jumlah peserta KB baru melalui vasektomi telah mencapai 10.536 orang dan itu sangat membahagiakan karena tingkat partisipasi pria untuk KB mulai meningkat.

"Jumlah peserta KB baru pria di Sulbar tercatat 10.538 orang atau 96.01 persen dari target 10.974 peserta," katanya.

Dia mengatakan, meski belum mencapai target untuk peserta KB pria tersebut, akan tetapi animo masyarakat untuk ikut dalam program KB pria masih kategori yang baik.

Peserta KB baru pria ini ungkap Rostiawaty, lebih dominan menggunakan alat kontrasepsi kondom dengan jumlah mencapai 10.415 orang dari beban target sebesar 10.874 orang atau capaiannya hanya 95.78 persen.

Sementara untuk penggunaan MOP, kata dia, para pria-pria di Sulbar tercatat banyak yang memanfaatkan dengan jumlah sekitar 121 peserta dari target yang dibebankan sebesar 100 orang.

"Pengguna MOP bagi peserta KB pria mampu melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat. Kita harap, program KB pria ini semakin membaik dalam rangka mengendalikan pertumbuhan ekonomi di Sulbar," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk menggalakkan program KB pria maka pihak BKKBN Sulbar melakukan berbagai pelatihan vasektomi bagi dokter Puskesmas yang tersebar di lima kabupaten di Sulbar.

"Sosialisasi ini dilakukan untuk memaksimalkan program KB pria sehingga target untuk menekan laju pertumbuhan bisa terpenuhi secara optimal," tutur dia.

Karenanya, kata dia, pihaknya juga berupaya agar melakukan penambahan dokter spesialis pelayanan vasektomi yang nantinya di tempatkan pada pusat klinik KB di daerah ini.
(T.KR-ACO/N005)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026