
DPP PDIP akan Berhentikan Kader tak Loyal

Mamuju (ANTARA News) - Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia memberikan peringatan dini akan berhentikan kader partai yang mendapat kursi di parlemen namun tak loyal terhadap partainya.
"Jika ada kader partai yang duduk di parlemen tidak loyal terhadap partai agar segera dilaporkan ke DPP PDIP dan kami pasti akan menindaklanjuti dengan hadiah kartu merah alias melakukan penggantian antar waktu (PAW) terhadap kader pembelot," kata Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Komaruddin Watubun saat membuka rapat koordinasi bidang DPD PDIP Sulbar di Hotel D Maleo, Mamuju, Rabu.
Menurutnya, struktur pengurus partai harus tetap konsisten terhadap partai dan tidak boleh keluar dari arah perjuangan partai itu sendiri sesuai dengan semangat partai memperjuangkan kepentingan rakyat kecil dan sesuai Undang-Undang Dasar 1945.
"Para keder partai khususnya yang duduk di parlemen agar memperhatikan ketentuan partai dan jangan menjadi politisi PDIP yang hanya memanfaatkan keuntungan kendaraan partai moncong putih ini," tegasnya.
Komaruddin yang juga pelaksana harian DPD PDIP Sulbar ini menuturkan, kader yang baik adalah kader yang mampu menjalankan apa yang menjadi keputusan partai itu sendiri sesuai hasil kongres di Bali baru-baru ini.
"Struktur partai di semua tingkatan harus segera dipertajam dan segera membentuk hingga pengurus anak cabang guna mencapai target pada pemilihan legislatif 2014 mendatang.
"Tugas DPD harus ikut mendampingi pembenahan struktur partai hingga ke level terbawa dan telah menyiapkan kader-kader yang akan ditempatkan pada pileg mendatang. Jangan tiba masa tiba akal karena hasilnya tidak akan mungkin maksimal,"urainya.
Ia mengemukakan, tingkat perolehan suara pada Pileg 2009 silam harus menjadi cambuk untuk memotivasi diri meraih suara terbanyak agar kader-kader partai banyak yang lolos menduduki kursi di parlemen.
"Target yang akan kita bidik di setiap daerah harus realistis dan minimal lebih baik dari apa yang dicapai pada pemilu 2009," katanya. (T.KR-ACO/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
