Logo Header Antaranews Makassar

Harga Telur dan Asam Melonjak di Makassar

Minggu, 20 Februari 2011 17:48 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Harga telur dan asam melonjak tajam di sejumah pasar tradisional di Kota Makassar, dengan kenaikan harga telur Rp300 - Rp500 per butir dan asam Rp5.000 dari harga normal.

"Harga telur itik yang paling tinggi kenaikannya dari Rp1.500 perbutir menjadi Rp1.800 per butir, sedangkan telur ayam ras dari Rp750 per butir menjadi Rp850 perbutir," kata salah seorang pedagang telur H Dahang di Pasar Terong, Makassar, Minggu.

Dia mengatakan, kenaikan harga telur itu masih erat kaitannya dengan perayaan Hari Maulid Nabi Muhammmad SAW, karena telur merupakan kebutuhan utama pada perayaan Maulid.

"Perayaan Maulid masih erat kaitannya dengan tradisi masyarakat setempat yang menggunakan telur hias atau warna-warni," katanya.

Kenaikan harga telur tersebut, menurut pedagang telur lainnya di Pasar Pannampu, Makassar H Nasir, akan berlangsung hingga bulan Maulid berakhir.

"Permintaan akan tetap tinggi hingga akhir bulan Maulid, sementara stok yang dibawa distributor tetap," katanya.

Akibatnya, harga telur yang diterima dari pihak distributor naik, sehingga pedagang pengecer juga menyesuaikan harga.

Selain harga telur yang melonjak tajam, harga asam juga naik dari Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp25 ribu per kg.

"Harga asam masih akan naik hingga Rp30 ribu perkg, karena menurut distributor musim panen asam nanti bulan Agustus," kata pedagang Pasar Terong, Makassar, Baharuddin.

Kenaikan harga asam itu dipicu oleh persediaan asam yang dijual di pasaran terbatas, sementara permintaan cukup tinggi baik untuk pembeli rumah tangga maupun rumah makan di daerah ini. (T.S036/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026