
LSM Bantaeng Bentuk Koalisi

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Sebanyak enam Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Minggu, membentuk koalisi.
Keenam LSM itu masing-masing Lembaga Kontrol Independen Nasional (LKIN), Pemantau Dana Subsidi (Pedas), Komite Pemantau Legislatif (Kopel), Lembaga Independen Pemantau Anggaran Negara (Lipan), Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (Yappenak) serta Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng (HPMB).
Pembentukan koalisi tersebut bertujuanm membantu mewujudkan pembangunan "The New Bantaeng" yang sedang digalakkan Pemda di daerah berjuluk Butta Toa ini.
Juru bicara Koalisi LSM Bantaeng Umar Shoze saat melakukan audensi kepada Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah, mengatakan, lembaga non government sebagai mitra pemerintah berharap kerjasama yang baik untuk mewujudkan pembangunan di daerah ini.
"Kami sangat ingin melihat Bantaeng maju sebagaimana pencitraan yang sudah dilakukan selama ini," terang Umar Shoze yang disertai Hermiani (Pedas), A Achmar Yani Hakim (Lipan), Irvan (Yappenak) dan Rahman (HPMB) serta sejumlah wartawan berbagai media.
Bupati Bantaeng menyabut baik komitmen LSM dan para wartawan di wilayahnya yang ingin melihat daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini maju.
"Saya sangat senang dan bangga dengan komitmen tersebut. Ini penting sebab untuk memajukan dan menyempurnakan pembangunan di daerah ini, semua pihak harus berpartisipasi di bidangnya masing," urainya.
Konsep Pemda yang sudah disosialisasi ke masyarakat perlu mendapat pengawalan untuk menyempurnakan setiap aktivitas. Kehadiran lembaga lain, termasuk LSM dan pers diperlukan untuk mencegah kemungkinan penyalahgunaan yang pada ahirnya akan merugikan kita semua.
Karena itulah, Bupati berharap, masing-masing pihak mengambil bagian dalam bentuk pendampingan langsung kepada masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk memudahkan pemantauan lapangan.
Tentu saja, kerjasama ini bukan mencari kesalahan tetapi bagaimana menyempurnakan yang kurang. Untuk itu, perlu dilakukan evaluasi guna meluruskan yang masih kurang tersebut, urainya.
"Bantu kami di Pemda meluruskan yang bengkok di lapangan. Bila semua berjalan sesuai mekanisme, tidak sulit kita membangun daerah ini," tambahnya seraya mengatakan, bila semua sudah bersatu memusatkan perhatian terhadap pembangunan, percepatan pembangunan akan berjalan baik.
Bila semua bekerja secara profesional di bidangnya masing-masing. LSM dan pers menjadi mata telinga Pemda, Bantaeng akan menjadi model pembangunan nasional, tutur Bupati.
(T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
