
Golkar Bantah Pecah Belah Demokrat Hadapi Pilgub

Mamuju (ANTARA News) - Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Sulawesi Barat, membantah jika partai pohon beringin itu berupaya memecah kader Partai Demokrat jelang pelaksanaan pemilihan gubernur yang dijadualkan Oktober mendatang.
"Tidak, tidak benar jika partai Golkar dianggap melakukan manuper politik sebagai upaya untuk memecah Partai Demokrat Sulbar. Hanya saja, partai kami melakukan komunikasi politik dengan Demokrat menghadapi pilgub Sulbar," kata Sekretaris DPD Partai Golkar Sulbar, Hamzah Hapati Hasan di Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, Partai Golkar tetap membuka diri untuk melakukan koalisi dengan partai manapun termasuk Demokrat.
"Pada pertemuan 14 Maret antara pengurus Demokrat dan Golkar di Hotel D Maleo, partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono mendorong kadernya Aras Tammauni sebagai kandidat calon gubernur mendampingi gubernur atau calon gubernur incumbent, Anwar Adnan Saleh," terangnya.
Sehingga, kata dia, jika ada anggapan bahwa Golkar melakukan upaya-upaya memecah Demokrat Sulbar itu hanya anggapan bagi orang-orang yang menanggapi seperti itu.
"Bisa jadi pengurus Partai Demokrat Sulbar sendiri yang terpecah dan bukan karena faktor ada di antara pengurus Golkar yang melakukan manuper politik untuk memecah Demokrat," katanya.
Karena itu, kata dia, Partai Golkar yang telah total mengusung Anwar Adnan Saleh yang juga ketua DPD Partai Golkar Sulbar ini maju sebagai kandidat tunggal cagub periode 2011-2016, tetap menunggu nama-nama kandidat calon wakil gubernur yang akan direkomendasikan Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat.
"Waktu masih sangat panjang, kita lihat saja siapa nama-nama yang akan diajukan DPP Demokrat jika memang menghendaki berkoalisi dengan Golkar di Pilgub. Apakah Aras Tammauni atau kader yang lain. Yang jelas, nama yang disetujui DPP Demokrat akan tetap dimasukkan dalam survei lima besar calon pendamping Anwar Adnan Saleh," jelasnya.
Hapati Hasan yang juga ketua DPRD Sulbar ini mengemukakan, partainya akan segera melakukan survei terakhir dari lima nama dari 14 nama kandidat calon pendamping Anwar Adnan Saleh.
"Dalam waktu dekat ini kami akan segera melakukan survei termasuk kandidat cagub internal Partai Golkar setelah dilakukan konsultasi dengan DPP Golkar. Karena waktu semakin sempit maka kami berencana menetapkan pasangan Anwar Adnan saleh sekitar April mendatang," ungkapnya.(T.KR-ACO/A026)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
