
Bupati luncurkan program kesehatan "Pangkep Sijagai"

“Kalau semua ini bergerak, maka kita tidak ingin ada lagi mendengar masyarakat Pangkep yang sakit karena tidak ada petugas kesehatan atau tidak dilayani petugas medis
Makassar (ANTARA) - Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) H Muhammad Yusran Lalogau meluncurkan "Pangkep Sijagai" program unggulan bidang kesehatan sebagai salah satu agenda 100 hari kerja pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Pangkep.
Peluncuran Pangkep Sijagai ditandai pekikan sirine 27 ambulance dan pemukulan gong oleh Bupati Pangkep H Muhammad Yusran Lalogau serta ikrar dari semua tim potensi organisasi profesi kesehatan untuk menyukseskan program unggulan bidang kesehatan Pemkab Pangkep di alun-alun Citra Mas Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (5/5).
Bupati Pangkep Yusran Lalogau optimistis program ini bisa sukses dalam 100 hari pemerintahannya, karena melibatkan 3.265 tenaga kesehatan dari dua rumah sakit yakni RS Batara Siang dan Rumah Sakit Pratama, 23 puskesmas, 70 Puskesmas Pembantu serta melibatkan 5 klinik, 38 unit ambulance, dan 1 unit ambulance laut.
“Kalau semua ini bergerak, maka kita tidak ingin ada lagi mendengar masyarakat Pangkep yang sakit karena tidak ada petugas kesehatan atau tidak dilayani petugas medis,” ujar Yusran.
Yusran mengatakan, program yang diinisiasi Dinas Kesehatan dan RSUD Batara Siang ini salah satu misi Pangkep Hebat di bidang kesehatan.
“Semua elemen harus mendukung dan menyukseskannya, karena ini merupakan layanan peningkatan akses kesehatan untuk semua lapisan masyarakat,” terang Yusran.
Bupati menjelaskan, Pangkep Sijagai ini dimaknai sebagai Pangkep yang saling menjaga, saling menjaga dalam satu rumah tangga, saling menjaga dalam satu rukun tetangga, wilayah, satu desa, kecamatan hingga saling menjaga satu Kabupaten Pangkep.
“Goldnya bagaimana kita saling menjaga yang diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat sebagai upaya mewujudkan Pangkep Sehat dalam pemerintahan Pangkep
Hebat," jelas Bupati Yusran.
Sementara itu, Direktur RSUD Batara Siang dr Annas menjelaskan program ini diharapkan bisa menjamin pemenuhan hak dasar masyarakat dalam pelayanan kesehatan dasar, baik dalam hal preventif, promotive, kuratif maupun rehabilitative, memberikan perlindungan kepada masyarakat dan petugas kesehatan dalam pelayanan serta meningkatkan peran dan dukungan keluarga, masyarakat dan pemerintah terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan.
Menurutnya, Pangkep Sijagai ini merupakan program unggulan bidang kesehatan yang dikemas dalam tiga kegiatan, seperti program home care dan home visit yang diaplikasan dalam kegiatan kunjungan petugas medis secara berkala kepada pasien dengan kriteria penyakit kronis berat dan tidak mampu lagi ke sarana puskesmas atau rumha sakit.
Ada juga program Jemput Antar Ambulance, penanganan kedaruratan medik dan Layanan Panduan Call Center, yakni layanan masyarakat yang membutuhkan penanganan kedaruratan medik di tempat dan yang membutuhkan bantuan ambulance akan segera dikunjungi tim yang bertugas.
“Bila dapat ditangani di tempat maka akan dilakukan penanganan hingga selesai. Bila memerlukan tindakan lanjutan di sarana kesehatan, maka akan segera dievakuasi ke sarana kesehatan terdekat, seperti puskesmas,” ujar dr Annas yang juga anggota Tim Bupati untuk Percepatan Pembangunan (TBUPP) Pangkep.
Selain itu, kata dr Annas, juga ada program Desa Siaga 1 Dokter 1 Des. Program ini sebagai rangkaian Sijagai -- setiap desa memiliki 1 dokter penanggung jawab, perawat dan bidan serta satu orang asisten hebat yang akan terus memantau kesehatan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Bila ada masalah kesehatan maka asisten hebat akan melaporkan ke pemerintah kabupaten melalui Hotline Hebat untuk aksi cepat tanggap. Bidan dan perawat akan berkoordinasi dengan dokter penanggung jawab untuk tindakan mediknya. Program ini terutama dititik beratkan pada kasus-kasus kehamilan dan persalinan, gizi buruk dan stunting serta masalah-masalah kesehatan lainnya,” paparnya. (*/Inf)
Pewarta : Darim
Editor: Redaktur Makassar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
