Logo Header Antaranews Makassar

Diknas Target Bantaeng Lima Besar UN

Selasa, 5 April 2011 04:17 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Setelah berhasil memperbaiki peringkat dalam Ujian Nasional (UN), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Bantaeng optimistis bisa memperbaiki peringkatnya masuk lima besar terbaik.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bantaeng Hj A Sinasari di Bantaeng, Senin, mengatakan, pada 2010 peringkat UN siswa Bantaeng masuk 10 besar dari peringkat sebelumnya (2009) di urutan 23 se Sulawesi Selatan.

"Insya Allah peringkat Kabupaten Bantaeng akan lebih baik pada UN tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Kita berharap tahun ini kita mampu menembus lima besar," ujarnya.

Optimisme tersebut didasari berbagai kegiatan yang dilakukan, termasuk pengayaan. Selain itu, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan lembaga bimbingan belajar seperti Gama dan Jils melakukan uji coba (try out).

Berdasarkan kegiatan positif tersebut, pada ujian sekolah yang dilakukan pekan lalu menunjukkan hasil yang menggembirakan, baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun SMP dan SMA.

Menjawab pertanyaan, Sinasari mengatakan, meski nilai rata-rata kelulusan mengalami kenaikan dari 5,0 tahun lalu menjadi 5,5 tahun ini, namun berdasarkan kajian dari berbagai hasil pengayaan dan latihan, ia optimistis target lima besar tersebut dapat diraih.

Adapun komponen penilaian, selain hasil ujian juga dinilai hasil dari semester lima, enam dan semester tujuh. Kadis Dikpora juga mengatakan, sebelum pelaksanaan UN, seluruh sekolah melakukan do?a bersama yang melibatkan guru dan orang tua.

"Kita berdo?a bersama semoga pelaksanaan UN yang dijadwalkan berlangsung 18 April 2011 berlangsung dengan baik dan para siswa lebih siap menghadapi UN," urainya seraya mengatakan, do?a bersama yang akan dipimpin tokoh atau pemuka agama tersebut kali ini memasuki tahun kedua.

Ditanya kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan UN, dia menjawab, kecil kemungkinan sebab pelaksanaan UN kali ini menggunakan lima paket sehingga peserta ujian tidak bisa bekerjasama.

Tentang siswa yang tidak sempat mengikuti UN, Dia mengatakan, bila yang bersangkutan menderita sakit dan dibuktikan keterangan dokter, akan diikutkan dalam ujian susulan, sedang untuk siswa yang menikah otomatis tidak bisa diikutkan.

Pada 2010 jumlah siswa yang gagal mengikuti UN karena menikah mencapai angka di atas angka 10. Ia juga mengemukakan tingkat keberhasilan siswa Bantaeng yang masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN) cukup tinggi.

Alumni SMA/SMK maupun Madrasah Aliyah (MA) yang berhasil menembus perguruan tinggi favorit di berbagai provinsi, baik di Makassar, maupun di Pulau Jawa tahun lalu mencapai 200 siswa, termasuk empat orang yang tembus fakultas kedokteran.(T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026