Logo Header Antaranews Makassar

Pertumbuhan Ekonomi KTI 2011 Diperkirakan Turun

Selasa, 19 April 2011 20:07 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia (KTI) diperkirakan turun di 2011 menjadi 6,27 persen dari 7,14 persen di 2010.

Demikian data yang yang dipaparkan Kepala Bank Indonesia Makassar, Lambok Antonius Siahaan saat menghadiri rapat konsultasi Komisi C DPRD Sulsel terkait rencana pembentukan Lembaga Penjamin Keuangan Daerah di Makassar, Selasa.

Dengan hanya diproyeksi pertumbuhan ekonomi KTI hanya 6,27 persen, itu berarti lebih rendah dibanding target pertumbuhan ekonomi nasional yang diprediksi 6,4 persen.

Dari 10 provinsi yang ada di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua, hanya empat yang diprediksi mengalami pertumbuhan di 2011 yakni Sulteng dari 7,79 persen menjadi 7,82 persen, Sulut dari 7,12 persen menjadi 7,26 persen, Gorontalo dari 7,63 persen menjadi 7,66 persen, serta Papua dari -2,65 persen menjadi 1,99 persen.

Sementara, Papua Barat dengan pertumbuhan ekonomi 27 persen di 2010 diprediksi anjlok menjadi -4,03 di 2011, Sulbar dari 11,91 persen menjadi 11,11 persen, Sulsel dari 8,18 persen menjadi 8,16 persen.

Demikian juga dengan Sultra juga diprediksi turun dari 8,21 persen menjadi 8,06 persen, Maluku dari 6,47 persen menjadi 5,81 persen, Maluku Utara dari 7,96 persen menjadi 5,86 persen.

Sumbangan pertumbuhan diprediksi paling banyak di dapat dari ekspor sebesar 12,53 persen, impor 11,67 persen, konsumsi 8,40 persen.

Sektor yang diprediksi paling banyak memberikan pertumbuhan ekonomi KTI di 2011 yakni, angkutan dan komunikasi 12,43 persen, angkutan, persewahan dan jasa perusahaan 11,83 persen, listrik, gas dan air bersih 9,82 persen, perdaganagan, hotel dan restoran 9,30 persen, serta bangunan 8,62 persen.

Sementara, sektor pertanian diperkirakan hanya menyumbang 5,52 persen, pertambangan dan penggalian 2 persen, dan industri pengolahan hanya 1,56 persen yang turun drastis dari 19,06 persen di 2010.

Nilai investasi yang menjadi salah satu pendukung pertumbuhan ekonomi KTI juga mengalami penurunan drastis dari 17,74 persen di 2010 menjadi -2,36 persen di 2011.

Pertumbuhan ekonomi KTI mencapai angka tertinggi di 2009 sebesar 10,08 persen dengan provinsi tertinggi, Papua 22,74 persen, Sulut 11,16 persen, Sulbar dan Sulteng masing-masing 9 persen lebih.(T.KR-AAT/B012)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026