
Pengprov PSSI Sulsel Siap Dorong Dua Figur

Makassar (ANTARA News) - Pengurus Provinsi PSSI Sulawesi Selatan menyiapkan dua figur yang akan didorong menjadi paket calon ketua umum dan wakil ketua PSSI pada kongres pemilihan 20 Mei mendatang.
Ketua Pengprov PSSI Sulsel Kadir Halid di Makassar, Rabu, menyatakan nama kedua figur yang bakal bersaing dengan calon-calon lainnya masih dirahasiakan dan baru akan dipublikasikan sepekan jelang pemilihan.
"Masih rahasia, tapi saya yakin kemampuan mereka mengelola sepak bola tak jauh beda dengan Pak Nurdin. Dua-duanya dari Sulawesi," ujar adik kandung Nurdin Halid tersebut.
Menurutnya, kedua nama bakal calon itu sudah menyatakan kesediannya untuk didukung. Pertimbangan dirahasiakannya identitas kedua nama itu, sebab Pengprov PSSI Sulsel ingin melihat dulu perkembangan proses pencalonan dan nama-nama calon lain yang menguat.
Kadir menambahkan, kendati telah menyiapkan dua nama, namun penilaiannya terhadap dua calon asal Sulawesi Selatan, Erwin Aksa dan Diza Rasyid Ali tetap positif.
Menurutnya, Erwin Aksa yang kini menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI, memiliki rekam jejak yang sangat bagus dalam persepakbolaan. Hal itu ia ketahui persis, sebab saat dirinya menjabat sebagai manejer tim PSM sekitar tahun 2003-2007, Erwin menduduki kursi manajer umum.
Penilaian yang sama juga dialamatkan ke sosok Diza Rasyid Ali. Menurut Kadir, komitmen Diza tidak diragukan lagi dengan melihat kiprahnya yang pernah memimpin Persija dan menghantarkan pemain sepak bola anak usia 12 di Makassar sebagai juara Liga Danone.
"Dia punya sekolah sepak bola. Komitmennya mengembangkan sepak bola melalui pencarian bibit berpotensi sangat meyakinkan," ujarnya.
Kendati begitu, Kadir menganggap, kemampuan kedua figur itu belum bisa menyamai Nurdin Halid. Karenanya PSSI sulsel memutuskan mendorong dua nama lain yang belum ingin disebutkannya.
"Bukan hanya manajemen organisasi dan klub sepak bola, Pak Nurdin bahkan tahu betul teknik bermain sepak bola," katanya.(T.KR-AAT/T009)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
